Kebiasaan Sederhana untuk Cegah Diabetes Tipe 2

Kompas.com - 26/04/2019, 08:37 WIB
IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak sedikit orang menganggap bahwa diabetes adalah penyakit yang banyak dialami oleh usia lanjut. Padahal, usia penderita diabetes semakin hari semakin bergeser ke usia muda.

Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF) 2017, sepertiga penderita prediabetes di dunia saat ini berusia 20-39 tahun.

Prediabetes adalah kondisi di mana orang yang memiliki kadar gula darah melebihi batas normal, namun belum termasuk diabetes. Kondisi ini sangat berisiko tinggi terkena diabetes di kemudian hari jika tidak melakukan perubahan gaya hidup.

Jika tidak dicegah secara dini, angka diabetes akan terus meningkat dari 10,3 juta jiwa pada 2017 menjadi 16,7 juta jiwa pada 2045.

Adapun 90 persen dari total kasus diabetes di dunia merupakan diabetes tipe 2 atau diabetes yang dipengaruhi oleh gaya hidup tidak sehat.

Tentunya kita semua tidak ingin menderita diabetes 2 karena pola hidup yang tidak sehat. Beberapa tips menerapkan pola hidup sehat dari dr. Bhanu, Sp.PD, B.Med.Sc. bisa kamu terapkan.

1. Membawa bekal makanan

Membawa bekal makanan menjadi salah satu cara yang efektif untuk mengontrol apa yang kita makan. Namun, sebaiknya pilih makanan yang sehat. Pahami kebutuhan kalori tubuh dan hindari makan berlebih.

Hindari pula konsumsi minuman-minuman berwarna yang umumnya mengandung gula tinggi. Minuman semacam ini menjadi penyebab kegemukan, faktor risiko diabetes tipe 2 yang paling banyak terjadi.

"Pilih makanan yang baik. Misalnya, martabak boleh saja tapi ingat jatah (kalori) sehari jangan melampaui," kata Bhanu ketika ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Diabetes Bisa Serang Anak-anak, Kenali Gejala dan Pencegahannya

IlustrasiTHINKSTOCK Ilustrasi

2. Komitmen olahraga

Selain menerapkan pola hidup sehat, olahraga menjadi hal penting lainnya. Pilihlah olahraga yang kita suka agar bisa menjalaninya dengan konsisten. Kita juga bisa mengatur pola olahraga yang menyenangkan bagi diri sendiri. 

Bhanu mencontohkan, komitmen aktor laga Jackie Chan dalam menerapkan pola hidup sehat. Jackie kerap mengimbagi jenis dan pola olahraganya dengan apa yang ia konsumsi.

"Kalau makan es krim ekstra satu, berarti harus lari kurang kebih 10 menit. Itu dia punya hitungannya sendiri," kata Bhanu.

Banyak orang menganggap jalan kaki sudah bisa dianggap sebagai olahraga dan bisa membakar kalori. Bhanu berpendapat sebaliknya.

"Jalan kaki banyak bukan kehitung olahraga ya. Olahraga adalah kegiatan yang ritmik dan berulang. Jalan jauh tidak terhitung olahraga. Jika makannya kacau tetap bisa 'beer belly' (buncit) juga," tuturnya.

Baca juga: Memahami Lari Interval, Bakar Banyak Kalori dalam Waktu Singkat

3. Atur jumlah konsumsi gula

Untuk mengendalikan kadar gula darah dalam tubuh, kita juga harus mengontrol asupan gula.

Gaya hidup masyarakat saat ini yang doyan nongkrong sambil mengkonsumsi kopi dan aneka minuman manis juga menyumbang angka penderita diabetes.

Bhanu menyebutkan, batasi gula maksimal 4 sendok makan atau 50 gram setiap harinya. Bisa juga mengganti gula dengan sweetener karena mengandung kalori yang cenderung lebih rendah.

Agar lebih aman, konsumsi gula sebaiknya dibatasi 2 sendok makan. Kecuali pada atlet. Konsumsi 4 sendok makan sehari masih bisa ditoleransi karena mereka banyak melakukan aktivitas fisik.

"Tapi kalau kerjaannya banyak duduk di depan komputer, 4 sendok makan sudah termasuk berlebihan," kata dia.

Baca juga: 5 Makanan yang Tak Disadari Mengandung Gula Tinggi

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X