Pola Makan Tak Sehat Saat Puasa Bikin Kurang Gizi

Kompas.com - 14/05/2019, 08:06 WIB
Para pedagang makanan menggelar dagangan takjil di samping Pasar Bendungan Hilir, Jakarta, Rabu (8/5/2019). Bulan puasa menjadi berkah tahunan bagi para pedagang di kawasan ini. Banyak pegawai perkantoran sekitar dan warga memadati kawasan itu untuk mencari minuman dan makanan untuk berbuka puasa.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Para pedagang makanan menggelar dagangan takjil di samping Pasar Bendungan Hilir, Jakarta, Rabu (8/5/2019). Bulan puasa menjadi berkah tahunan bagi para pedagang di kawasan ini. Banyak pegawai perkantoran sekitar dan warga memadati kawasan itu untuk mencari minuman dan makanan untuk berbuka puasa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Berpuasa seharusnya bisa membuat seseorang hidup teratur dan juga mencegah kelebihan makan. Namun, kebanyakan orang justru memiliki pola makan yang berantakan selama bulan puasa.

alah satu masalah yang umum dialami oleh mereka yang berpuasa adalah kurang nutrisi, namun kelebihan kalori.

Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Seperti perubahan waktu makan dan pemilihan jenis makanan yang tidak sehat.

"Ada risiko kekurangan nutrisi. Karena yang tadinya bisa makan dengan rentang waktu yang lebih panjang, ini jadi lebih pendek."

Hal itu diungkapkan oleh Head of Nutrifood Research Centre, Astri Kurniati dalan sebuah sesi bincang media di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/5/2019).

Astri mencontohkan beberapa menu makanan yang biasa dikonsumsi, seperti nasi goreng, kwetiau, mie goreng, dan lainnya. Makanan-makanan tersebut memiliki angka kalori yang tinggi (apalagi jika disajikan bersama kerupuk) namun nutrisinya tidak lengkap.

Baca juga: 4 Sumber Makanan yang Baik Dikonsumsi Selama Bulan Puasa

Selain zat gizi makro yang tidak seimbang, mikronutrien seperti vitamin dan mineral, seringkali juga tidak terpenuhi.

"Biasanya kurang mikronutrisi. Kalau makan cuma nasi goreng, kwetiau, mie goreng, bisa kekurangan protein, vitamin, mineral," tuturnya.

Menu makanan dan minuman yang banyak dikonsumsi di bulan puasa juga seringkali tinggi gula, garam dan lemak, yang lagi-lagi, kalorinya terkadang cukup tinggi namun tidak memiliki nutrisi yang cukup.

Beberapa menu makanan dan minuman yang jadi favorit saat buka puasa, misalnya, cendol, es campur, martabak, bakso, dan lainnya. Makanan seperti itu kadar gula, garam, dan lemaknya, tinggi.

Padahal, kita memiliki batas konsumsi harian gula, garam dan lemak. Konsumsi gula dianjurkan maksimal 50 gram (4 sendok makan), garam 5 gram (1 sendok teh) dan lemak 67 gram (5 sendok makan).

"Batasan ini tidak berubah, baik ketika puasa maupun tidak," kata Astri.

Halaman:



Close Ads X