Kompas.com - 03/03/2020, 11:08 WIB
Ilustrasi mengenakan masker shutterstockIlustrasi mengenakan masker
Editor Wisnubrata

Menurut data yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, per 29 Februari 2020, terdapat 333 WNI yang menjalani pemeriksaan infeksi virus Corona.

Dari jumlah tersebut, 331 orang di antaranya dinyatakan negatif dan 2 di antaranya masih dalam proses pemeriksaan. 

Berikut ini fakta seputar penularan virus Corona, jangan sampai kita percaya informasi yang salah.

  • Penularan paling mungkin terjadi antarmanusia yang berkontak dalam jarak dekat (sekitar 1,8 meter) dengan penderita.
  • Penularan tidak terjadi melalui udara, tapi lewat droplet atau tetesan carian tubuh penderita, seperti air liur saat batuk dan bersin.
  • Saat penderita bersin atau batuk tanpa menutup mulutnya, maka tetesan kecil-kecil air liur yang keluar bisa saja mendarat di tangan orang lain. Lalu, saat orang tersebut makan tanpa cuci tangan atau mengusap hidung, virus pun bisa masuk ke tubuh.
  • Penularan melalui permukaan benda yang pernah disentuh penderita bisa saja terjadi, tapi kemungkinannya lebih kecil.
  • Penularan melalui benda mati bisa terjadi jika penderita bersin atau batuk, lalu tetesan liurnya jatuh ke meja, kursi, atau benda mati lainnya. Lalu, setelah itu ada orang lain di area yang sama menyentuh benda tersebut.
  • Pasien yang mengalami infeksi COVID-19, paling mudah menularkannya pada orang lain saat gejalanya sedang parah-parahnya.
  • Meski begitu, penularan dari penderita ke orang lain juga bisa terjadi saat penderita belum mengalami gejala apapun, tapi kemungkinannya sangat rendah.
  • Penularan juga dapat terjadi saat penderita hanya mengalami gejala ringan. Sehingga, bisa saja penderita hanya batuk ringan dan badannya terasa sehat, tapi ternyata sudah bisa menularkan virus tersebut kepada orang lain.

Baca juga: 7 Cara Cuci Tangan untuk Antisipasi Virus Corona

Gejala jika tertular virus Corona

Gejala infeksi COVID-19 memang tidak spesifik. Penderitanya bisa saja tidak mengalami gejala sama sekali, hanya mengalami gejala ringan, hingga komplikasi serius seperti pneumonia dan kematian.

Sejauh ini, berdasarkan sekitar 55.000 kasus yang dilaporkan ke WHO, tanda gejala yang paling umum dialami oleh penderita infeksi virus Corona adalah:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Demam (sekitar 80%)
  • Batuk kering (sekitar 70%)
  • Merasa letih (sekitar 40%)
  • Ada dahak di tenggorokan (sekitar 35%)
  • Napas pendek-pendek atau sesak napas (sekitar 20%)
  • Sakit tenggorokan (sekitar 14%)
  • Sakit kepala (sekitar 14%)
  • Nyeri otot dan nyeri sendi (sekitar 15%)
  • Menggigil kedinginan (sekitar 11%)
  • Mual, muntal, dan hidung tersumbat (sekitar 5%)
  • Diare (sekitar 4%)
  • Batuk darah (sekitar 1%)
  • Sakit mata (sekitar 1%)

Orang yang terinfeksi virus SARS COV-2 umumnya akan mengalami gejala 5-6 hari setelah infeksi terjadi. Kebanyakan orang yang terinfeksi (sekitar 80%) hanya mengalami gejala ringan hingga sedang. Tingkat kesembuhan infeksi ini juga baik.

Sekitar 14% dari total penderita mengalami infeksi serius dan 6% penderita mengalami kondisi kritis akibat virus Corona.

Baca juga: Cegah Virus Corona, Santaplah 8 Jenis Makanan untuk Daya Tahan Tubuh

Melindungi diri dari penularan virus corona

Karena COVID-19 adalah penyakit baru, maka vaksin untuk mencegah penularan SARS COV-2 masih terus dikembangkan.

Bukan dengan menggunakan masker, untuk sementara waktu, kita bisa melindungi diri dari infeksi virus ini dengan melakukan langkah seperti:

  • Sering-sering mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol.
  • Saat bersin atau batuk, JANGAN tutup mulut dengan telapak tangan TAPI gunakan siku bagian dalam atau tisu.
  • Jangan sentuh mulut, mata atau hidung, sebelum mencuci tangan sampai bersih.
  • Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit.
  • Jangan menggunakan benda apapun bersama dengan orang lain saat sedang sakit, termasuk gelas, alat makan, selimut atau handuk.
  • Bersihkan permukaan meja, kursi, telepon genggam, maupun benda-benda lainnya yang sering disentuh.
  • Jangan bepergian apabila sedang sakit, termasuk ke sekolah, kantor, ataupun tempat umum lainnya.


Kita memang harus bersiap diri dalam menghadapi wabah virus Corona. Namun, jangan sampai terlalu panik dan malah menyebarkan berita tidak benar mengenai isu penyebaran virus ini. Selalu jaga kesehatan dan kebersihan, untuk menurunkan risiko penularan.

Baca juga: Cegah Virus Corona, Ini 3 Langkah Sederhana Menjaga Imunitas Tubuh

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.