Mengapa Berjemur Matahari Penting di Masa Pandemi Covid-19?

Kompas.com - 09/04/2020, 14:43 WIB
Seorang ibu menjemur kedua anaknya di bawah sinar matahari saat Self Isolation atau tinggal di rumah di Medan, Sumatera Utara, Minggu (22/3/2020). Berjemur diri di bawah matahari di antara pukul 08.00 WIB-11.00 WIB merupakan salah satu upaya yang paling sederhana untuk menjaga kesehatan selama wabah virus COVID-19. ANTARA FOTO/SEPTIANDA PERDANASeorang ibu menjemur kedua anaknya di bawah sinar matahari saat Self Isolation atau tinggal di rumah di Medan, Sumatera Utara, Minggu (22/3/2020). Berjemur diri di bawah matahari di antara pukul 08.00 WIB-11.00 WIB merupakan salah satu upaya yang paling sederhana untuk menjaga kesehatan selama wabah virus COVID-19.
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Kita semua tahu bahwa berjemur di bawah sinar matahari pagi baik untuk mendapatkan Vitamin D.

Untuk mendapatkan Vitamin D, kita memerlukan paparan sinar ultraviolet B yang muncul antara Pukul 09.30 - 14.30.

"Jadi yang efektif jam 9-10 pagi atau 2-3 sore," kata Konsultan Alergi dan Imunologi Anak, Prof. DR. Dr. Budi Setiabudiawan, Sp.A(K), M.Kes dalam IG Live bersama IDAI, Kamis (9/4/2020).

Namun, dalam beberapa waktu terakhir, setelah muncul pandemi Covid-19, jam terbaik berjemur matahari kembali menjadi perdebatan.

Baca juga: Ini Waktu Berjemur yang Baik di Bawah Sinar Matahari

Apa sebetulnya yang membuat berjemur penting dilakukan di tengah pandemi?

Budi menjelaskan, selain untuk mengoptimalkan pertumbuhan tulang, Vitamim D juga penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh seseorang.

Dengan adanya Vitamin D, sel-sel kekebalan tubuh akan lebih aktif dalam melawan benda asing yang masuk ke tubuh, termasuk virus corona.

"Ketika kuman atau virus masuk ke dalam tubuh yang pertama melawan adalah sel-sel sistem imun. Dengan adanya Vitamin D, fungsi sel imun akan meningkat, sehingga virus akan ditangkap dan dimatikan," ungkapnya.

Budi menambahkan, bagi orang yang masih sehat, berjemur bisa menjadi salah satu cara mencegah penularan virus corona.

Sementara bagi yang sudah terkena, konsumsi Vitamin D juga bisa membantu mempercepat pemulihan.

Hanya saja, jika berjemur tidak memungkinkan bagi pasien corona, mereka bisa mengonsumsi Vitamin D melalui suplemen.

"Tapi selama bisa dengan sinar matahari, lebih bagus sinar matahari karena gratis, tidak usah bayar asal sesuai kebutuhan. Dan (sinar matahari) bertahan lebih lama daripada suplemen," kata Budi.

Durasi berjemur disesuaikan kembali dengan beberapa faktor, salah satunya jenis kulit. Bagi orang Indonesia, yang kebanyakan berkulit sawo matang, dianjurkan berjemur selama 15-20 menit.

"Kecuali yang kulitnya cokelat, bisa sampai sekitar 30 menit," tambah dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X