Kompas.com - 15/04/2020, 12:03 WIB
. REPRO BIDIK LAYAR @angklungudjo.

KOMPAS.com – Saung Angklung Udjo (SAU) mempersembahkan lagu “Heal the World” bagi masyarakat dunia, terutama para pejuang kemanusiaan yang tengah melawan virus Corona.

Lagu yang dipopulerkan Michael Jackson ini di-aransemen dalam perpaduan angklung, rebana, alat musik modern, hingga alat rumah tangga.

Perpaduan tersebut menghasilkan alunan musik yang indah, apalagi ditambah kemerduan suara para penyanyinya.

“Pakai peralatan yang ada saja. Seperti angklung, alat bambu yang lain, termasuk alat dapur rumah tangga.”

Baca juga: Saung Angklung Udjo, Nonton Wayang Golek sampai Belajar Angklung

Begitu kata pemilik SAU, Taufik Hidayat Udjo saat dihubungi Kompas.com, Selasa (14/4/2020) kemarin.

Karena dikerjakan di rumah masing-masing, pembuatan video ini membutuhkan waktu dua minggu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Saung Angklung Udjo (@angklungudjo) on Apr 12, 2020 at 3:29am PDT

Orang yang terlibat mencapai 30 orang, terdiri dari talent dan tim produksi. “Videonya kami share di media sosial SAU,” tutur Taufik.

Taufik menceritakan alasan pemilihan lagu "Heal the World".

Disebutkan, lagu ini memiliki kekuatan kasih sayang dan semangat dalam menjalani kepedihan seperti perang, kelaparan, dan lainnya.

Baca juga: Ketika Presiden Peru Jatuh Hati pada Musik Angklung...

Bahkan dalam riwayatnya, lagu ini menyadarkan semua pihak untuk memberikan kesadaran, cinta, kepedulian, dan bantuan langsung.

Tak hanya itu, lagu ini menjadi inspirasi pendirian Heal the World Foundation yang mampu mengumpulkan dana jutaan dolar AS, untuk membantu anak-anak yang menderita akibat perang, kemiskinan, dan penyakit.

“Lagu ini pas dengan kondisi sekarang. Di saat pandemi menyerang dunia dan mengganggu tatanan yang telah dibangun manusia baik ekonomi, pariwisata, sosial, budaya, dan lainnya,” imbuhnya.

Dia menyebut, untuk menghadapinya diperlukan kebersamaan dan upaya bersama untuk menyadarkan dengan cinta.

Sesuai dengan filosofi dari angklung yang perlu kebersamaan untuk memainkannya. “Diam di rumah jangan menjadi penghalang untuk terus berkreasi,” tutur Mang Udjo.

Baca juga: Mengenal Riwayat Angklung, Musik Tradisional Jawa Barat yang Mendunia

Bahkan, upaya ini harus lebih terasa untuk memberikan semangat, terutama para pejuang kemanusiaan dan masyarat di dunia yang merasakan kepedihan akibat pandemi tersebut.

“Lewat bambu kami berkata, lewat bambu kami berkarya, lewat bambu kami berdoa. Ini jampi bambu untuk bumiku. Bambu lawan corona, angklung sembuhkan bumi,” cetus dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.