Kompas.com - 03/07/2020, 13:58 WIB
Protokol kesehatan ketat juga dilakukan di Youth & Beauty Clinic. Dok YB ClinicProtokol kesehatan ketat juga dilakukan di Youth & Beauty Clinic.


KOMPAS.com - Setelah dilonggarkannya masa Pembatasan Sosial Berskala Besar, sejumlah klinik kecantikan mulai dibuka kembali walau tak semua perawatan bisa dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19.

Menurut dr.Gaby Syerly, M.Biomed, pendiri Youth & Beauty (YB) Clinic, untuk sementara tindakan laser yang menimbulkan asap ditidakan.

"Tidak semua treatment bisa dilakukan, misalnya laser yang menimbulkan asap atau bersifat aerosol seperti laser CO2 dan kauter," kata Gaby menjawab pertanyaan Kompas.com melalui email.

Sementara itu, layanan lain seperti suntik filler, botoxs, facial, hingga terapi lain untuk penurunan berat badan, tetap bisa dilakukan.

Ia mengatakan, layanan kecantikan dan kesehatan tubuh merupakan salah satu bisnis yang terdampak Covid-19 karena bersentuhan langsung dengan manusia. YB Clinic sendiri terpaksa ditutup selama dua bulan dan mulai dibuka kembali sejak awal Juli 2020.

Menurut Gaby, permintaan pelanggan untuk melakukan perawatan di klinik cukup besar karena ingin memperbaiki kondisi kulit dan tubuhnya.

Baca juga: Awas Tertipu, Pahami Tips Aman Pilih Klinik Kecantikan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Masa karantina di rumah sepertinya berdampak kurang baik bagi kesehatan kulit, misalnya kulit kusam, berjerawat, hingga kegemukan. Mungkin bisa disebabkan stres, waktu tidur tak teratur, hingga pola makan kurang sehat," katanya.

Dokter Gaby (memakai APD biru) sedang melakukan treatment perawatan kulit kepada pasiennya.Dok YB Clinic Dokter Gaby (memakai APD biru) sedang melakukan treatment perawatan kulit kepada pasiennya.

Risiko penularan

Untuk menghindari penularan Covid-19, menurut Gaby, protokol kesehatan yang ketat juga diberlakukan di klinik kecantikan.

Rantai penularan Covid-19 yang mungkin tejadi di klinik antara lain antrian lama dan ramai sehingga tidak memungkinkan menjaga jarak, serta treatment yang memerlukan kontak dokter dan pasien secara tatap muka.

"Untuk mencegahnya, di klinik dokter dan tim menggunakan masker, face shield, hingga baju khusus ketika melakukan tindakan. Pasien juga wajib pakai masker saat melakukan tindakan jarak dekat seperti suntik filler," katanya.

Pasien juga diwajibkan melakukan pendaftaran di awal sehingga bisa diatur jadwal kedatangan ke klinik. Jumlah pasien pun dibatasi setiap harinya agar prosedur menjaga jarak bisa dilakukan.

"Namun mereka yang merasa kurang fit, batuk, atau demam, kami sarankan tidak ke klinik dulu," katanya.

Baca juga: Perawatan Facial untuk Mendapat Wajah Glass Skin

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.