Ibu Rumah Tangga

Kompas.com - 24/08/2020, 08:26 WIB
Ilustrasi ibu dan anak Thinkstock/omgimagesIlustrasi ibu dan anak
Editor Wisnubrata

PANDEMI yang kita alami selama ini telah mengubah segala sesuatu. Imbasnya sudah melebar ke mana-mana, termasuk ranah rumah tangga.

Ada cerita satu keluarga yang tinggal di wilayah Jabodetabek. Saat pandemi sang suami mendadak WFH (work from home) yang dijalaninya berbulan-bulan. Bukan atas kehendak sendiri, tetapi atas anjuran kantor. Sang suami hanya wajib masuk seminggu sekali saja.

Sedangkan sang istri selama ini sebagai ibu rumah tangga. Pekerjaan sehari-hari mengurus dua anak yang masih duduk di sekolah dasar, memasak, cuci piring, mencuci baju, mengepel, menyapu, bahkan setiap pagi mengantar kedua anaknya ke sekolah memakai motor (sebelum pandemi).

Setelah pandemi, tugas sang istri bertambah lagi harus menemani anak sekolah di rumah (daring, online). Repotnya, keluarga ini tidak punya pembantu (entah apa alasannya). Semua tugas-tugas ini dikerjakan sang istri setiap hari.

Membantu

Tetapi sejak suaminya WFH, yang berarti nyaris setiap hari di rumah, sang istri mulai mengeluh. Sang istri kesal melihat suaminya dari pagi hingga sore hanya memelototi laptop. Bahkan tak jarang suaminya ikut webinar sampai tertawa-tawa.

Istrinya menilai suaminya tidak peka. Ia menginginkan agar suaminya ikut membantu pekerjaan di rumah.

Semula suaminya keberatan karena di rumah pun ia mengerjakan pekerjaan kantor sesuai target, bukan nganggur. Tetapi, istrinya tetap meminta suaminya meringankan beban pekerjaan di rumah yang banyak. Keluhnya, bukan hanya capai, tetapi merasa jenuh.

Akhirnya suaminya mengalah, ia ikut membantu cuci piring, menyapu lantai, dan pekerjaan lain yang dapat dikerjakan, seperti memasak nasi.

Tetapi suaminya merasa aneh, selama ia bekerja di kantor, istrinya sanggup melakukan semua sendiri. Mengapa saat ia WFH minta dibantu pekerjaan rumah?

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X