Kompas.com - 13/10/2020, 14:54 WIB
Pangeran Harry, Meghan Markle dan bayi Archie. EuronewsPangeran Harry, Meghan Markle dan bayi Archie.

KOMPAS.com – Setiap ibu menyusui memiliki pengalaman dan tantangan yang berbeda saat memberikan ASI kepada buah hati. Hal yang sama turut dirasakan oleh Meghan Markle.

Dalam suatu podcast, istri Pangeran Harry itu mengungkapkan baginya menyusui terasa seperti lari marathon, terutama di awal-awal kelahiran Archie.

Ketika itu, Meghan merasa sulit untuk menyeimbangkan diri antara komitmen kerajaan dengan mengurus putranya. Ia masih harus melakukan kunjungan kerajaan di sela waktunya menyusui.

"Menyusui terasa seperti lari marathon. Ada saat saya harus berlari kembali (ke rumah) di antara dua pertemuan resmi untuk memastikan anak saya diberi makan dan hal itu sering terjadi,” kata Meghan seperti dikutip IOL.

Rutinitas tersebut membuat Duchess of Sussex merasa lelah. Oleh karenanya, di sesi wawancara film dokumenter tahun lalu, ia mengatakan dirinya sedang tidak baik-baik saja.

Saat itu Meghan ditanya ‘Apakah dirinya baik-baik saja?’. Mantan aktris Hollywood itu kemudian menjawab dirinya sedang tidak baik-baik saja dan merasa rentan.

Baca juga: Meghan Markle Pernah Merasa Jadi Orang Paling Teraniaya di Dunia

Jawaban itu ternyata mencuri perhatian dan membuat orang bertanya-tanya tentang keadaan Meghan yang saat itu masih aktif sebagai anggota kerajaan.

Dalam podcast, akhirnya ia menjelaskan maksud dari jawaban yang sempat membuat heboh.

"Saya hanya menjawab dengan jujur karena memang sedang berada di saat-saat rentan, saya lelah. Saat itu tidak ada kesempatan untuk menjelaskan, hanya memperlihatkan saya sebagai seorang ibu yang memiliki bayi berusia empat setengah bulan,” ujar Meghan.

Diakui olehnya, pandangan orang yang menganggap dirinya merasa teraniaya sempat membuat Meghan stres. Ia kemudian memilih bermeditasi sebagai cara untuk menghadapi tudingan tersebut.

"Setiap orang, mau berusia 15 atau 25 tahun, jika ada orang lain yang mengatakan hal-hal tidak benar tentang dirinya, pasti kesehatan mental dan emosionalnya akan terpengaruh,” kata Meghan.

Baca juga: Meghan dan Harry Tak Akan Rayakan Natal di Inggris, Kenapa?

“Meditasi adalah kuncinya. Saya tidak pernah berpikir akan menjadi yang terbaik karena ada orang lain yang melakukannya. Membuat jurnal adalah solusi yang paling tepat karena memungkinkan saya untuk merenungkan dari mana saya berasal,” imbuhnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X