Kompas.com - Diperbarui 02/09/2021, 11:55 WIB
Ilustrasi menurunkan masker ke dagu. FREEPIK/8PHOTOIlustrasi menurunkan masker ke dagu.

KOMPAS.com - Sudah satu tahun lebih kita menjalani kehidupan di tengah pandemi. Meski vaksinasi masih terus digencarkan, kita masih menemukan kasus baru Covid-19 setiap harinya.

Sayangnya, masih banyak masyarakat yang tidak patuh menjalankan protokol kesehatan, termasuk ketika memakai masker. Meski terdengar sepele, namun masih banyak orang menurunkan masker ke dagu atau bahkan ke leher. Misalnya, ketika makan dan minum atau berbicara.

Beberapa orang juga masih terlihat menurunkan maskernya ke dagu atau leher, meskipun tidak sedang makan dan minum, hanya karena alasan kenyamanan.

Padahal, ada dampak kesehatan yang bisa kita alami jika sering menurunkan masker ke dagu atau leher ketika sedang beraktivitas di luar.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) pernah mengingatkan melalui sebuah video agar kita tidak menyentuh masker dengan tangan ketika sedang mengenakannya.

Di dalam video tersebut, CDC turut menyingung aturan lainnya yang masih sulit dipatuhi sebagian masyarakat, yakni: "jangan letakkan masker wajah di leher atau dahi".

Menurut pakar penyakit menular dan peneliti senior di Johns Hopkins Center for Health Security, Amesh A. Adalja, MD, ada beberapa alasan mengapa kebiasaan tersebut harus dihindari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya, masker harus digunakan dengan tepat agar perlindungannya efektif.

Cara memakai masker yang tepat adalah pas di wajah, namun tetap memungkinkan kita bernapas dengan baik.

Covid-19 dapat menular melalui tetesan pernapasan dari mulut atau hidung saat seseorang bersin, batuk, atau sekadar berbicara.

Penularan Covid-19 juga masih mungkin terjadi dari seseorang yang tidak menunjukkan gejala.

Jika masker tidak digunakan secara tepat, seseorang akan rentan menghirup partikel yang didapatkannya dari luar, atau jika dia adalah orang yang sedang sakit, maka dia rentan menularkannya ke orang lain.

"Memakainya dengan cara yang tidak tepat pada dan tidak menutupi mulut dan hidung tidak akan memberikan manfaat apapun," kata Dr. Adalja.

Baca juga: Masih Sering Dilakukan, 6 Kesalahan dalam Memakai Masker

Selain itu, sebisa mungkin masker harus terus dalam keadaan steril dan terbebas dari kontaminan lingkungan, termasuk yang mungkin ada di kulit atau tangan kita.

Sementara, menurunkan masker dan memasangnya kembali dapat melibatkan banyak sentuhan yang dilakukan secara berulang.

"Untuk menurunkannya ke dagu kita tentu harus menyentuhnya dan itu dapat mengotori (masker)," kata Adalja.

Sementara itu, spesialis penyakit menular dan profesor di Vanderbilt University School of Medicine, William Schaffner, MD menambahkan, saat bepergian, kita mungkin melakukan kontak dengan permukaan yang terkontaminasi virus.

Jadi, menyentuh masker wajah dengan tangan yang tidak dapat dipastikan bersih sebenarnya dapat menularkan virus ke area wajah.

Selain kemungkinan paparan virus yang lebih tinggi jika masker tidak digunakan dengan baik, menurunkan masker wajah ke dagu atau leher juga bisa membuat kita terinfeksi jika di area leher kita terdapat virus.

Baca juga: 4 Alasan Bisa Tertular Covid-19 meski Pakai Masker di Tengah Kerumunan

East Midlands Ambulance Service dari National Health Service (NHS) pernah mengingatkan hal serupa melalui sebuah grafik.

"Grafik ini membantu menjelaskan pentingnya untuk tidak memakai masker di dagu atau leher," demikian tertulis dalam grafik.

Tetesan yang mengandung virus tidak terlihat oleh mata telanjang, sehingga kita tidak akan tahu apakah ada partikel mengandung virus yang menempel di sekitar area dagu dan leher kita.

Jika area dagu dan leher terkena tetesan mengandung virus dan kita menurunkan masker ke area tersebut bisa membuat masker terkontaminasi.

Artinya, ketika masker tersebut digunakan kembali untuk menutup hidung dan mulut, kita akan rentan terhadap bakteri, kuman dan virus yang menempel di dagu dan leher.

Baca juga: 3 Alasan Kita Masih Harus Pakai Masker Meski Sudah Divaksin

Lepas masker ketika makan dan minum

Daripada menurunkan masker ke dagu atau leher ketika makan dan minum di tempat publik, lebih baik melepasnya.

Sebelum melepas masker, Adalja menyarankan untuk mencuci tangan dengan air dan sabun terlebih dahulu atau menggunakan hand sanitizer.

Kemudian, lepas masker pada bagian ear loop atau tali masker, pastikan tidak menyentuh bagian yang menutupi wajah.

Jika kamu mengenakan masker medis dan akan berada di luar rumah dalam waktu cukup lama, bawalah kantong plastik untuk membuang masker bekas ketika akan menggantinya.

Jika tidak membawa kantong plastik, simpan terlebih dahulu masker bekas di kantong atau tas dan membuangnya segera ketika menemukan tempat sampah.

Ketika akan memakai kembali masker, cuci tangan kembali terlebih dahulu. Pastikan mengenakannya dengan tepat dengan menutup hidung dan mulut, serta hanya menyentuh bagian ear loop atau tali masker.

Baca juga: Begini, Cara Tepat Buang atau Cuci Masker Bekas Pakai



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.