Kompas.com - 18/02/2021, 21:19 WIB
Ilustrasi produk kecantikan ramah lingkungan SHUTTERSTOCK.com/SYDA PRODUCTIONSIlustrasi produk kecantikan ramah lingkungan
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Tren terhadap pembelian brand maupun produk kecantikan lokal semakin berkembang pesat.

Meski demikian, mendorong masyarakat untuk tetap membeli produk kecantikan lokal di tengah persaingan dengan produk berskala internasional memang tidaklah mudah.

Hal tersebut juga dialami oleh salah satu brand kosmetik lokal yakni Secondate Beauty yang telah menyiapkan produknya selama dua tahun, sebelum rilis pada tahun 2020 lalu.

Co-Founder Secondate Beauty, Gitta Amelia mengatakan, bahwa potensi pertumbuhan produk kecantikan lokal di Indonesia cukup besar. Namun, kita harus menjadi berbeda dengan produk yang lain.

Apalagi, masyarakat mulai beralih membeli produk dari brand lokal yang memang memiliki kualitas yang baik dan harga yang terjangkau bagi konsumen.

"Dalam setiap inovasi, Secondate Beauty berusaha untuk memperhatikan seluruh aspek penting, bukan hanya sebagai produk kecantikan tetapi juga sebagai identitas dari penggunanya."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Demikian penuturan Gitta saat acara virtual ShopeePay Talk melalui aplikasi Zoom, Rabu (19/2/2021).

Dia juga mengungkapkan, Secondate Beauty mengangkat cerita atau masalah yang kerap dialami konsumen ketika menggunakan produk kecantikan sebagai brand value.

Di samping itu, brand ini memiliki misi untuk memberdayakan perempuan di Indonesia melalui pengalaman menggunakan produk kecantikan dan bagaimana mereka bisa merasa percaya diri.

"Pertama kali produk yang saya keluarkan adalah liptint karena saya sebenarnya memiliki masalah bibir kering, jadi tidak pernah bisa pakai liptint," terangnya.

"Akhirnya, saya mencoba formula baru yang menbuat produk liptint ini tidak membuat bibir kering. Di antaranya dengan menambahkan kandungan pelembap dan vitamin E," sambung dia.

Menurutnya, ada banyak perbedaan yang ditawarkan oleh Secondate Beauty mulai dari bahan, harga, kemasan, hingga detail baunya.

"Selain produk kecantikan itu sendiri, Secondate Beauty juga punya pesan-pesan untuk konsumen. Jadi produk ini tidak melulu soal kecantikannya saja, ada story behind it," jelasnya.

Menggunakan storytelling

(ki-ka) Co-Founder Secondate Beauty Gitta Amelia, CEO Garis Temu Giorrando Grissandy, dan (bawah) Beauty & Lifestyle Influencer Putri Caya pada acara virtual ShopeePay Talk bertajuk Pikat Hati Masyarakat dengan Produk Lokal.DOK. Humas ShopeePay (ki-ka) Co-Founder Secondate Beauty Gitta Amelia, CEO Garis Temu Giorrando Grissandy, dan (bawah) Beauty & Lifestyle Influencer Putri Caya pada acara virtual ShopeePay Talk bertajuk Pikat Hati Masyarakat dengan Produk Lokal.
Seorang Beauty & Lifestyle Influencer, Putri Caya mengatakan, konsep unik yang dibawa oleh produk kecantikan biasanya yang paling menarik.

Nah, saat ini, banyak brand lokal yang menyelipkan nilai-nilai produk ke dalam storytelling yang bisa menjadi kekuatan tersendiri.

"Saya sangat tersentuh jika ada brand yang benar-benar menggunakan real story dan memberdayakan perempuan. Tidak hanya menaruh standar kecantikan pada fisik saja," ungkapnya.

Dia menambahkan, peningkatan antusiasme masyarakat terhadap produk kecantikan lokal ini juga disebabkan karena semakin banyak brand yang memang berkualitas.

"Terlepas dari bagaimana strategi penjualannya, kalau sebuah brand itu punya kualitas yang stand out pasti akan memberikan persepsi yang positif terhadap konsumen," imbuhnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.