Kompas.com - 03/03/2021, 09:36 WIB
Warga melintas di dekat mural yang bertemakan pencegahan penyebaran COVID-19 di Jalan Stasiun Kereta Api Medan, Sumatera Utara, Rabu (3/2/2021). Mural adaptasi kebiasaan baru karya anggota Komunitas Mural Medan ini dibuat sebagai bentuk edukasi sekaligus sosialisasi penerapan protokol kesehatan kepada warga untuk selalu memakai masker guna mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/hp. Rony MuharrmanWarga melintas di dekat mural yang bertemakan pencegahan penyebaran COVID-19 di Jalan Stasiun Kereta Api Medan, Sumatera Utara, Rabu (3/2/2021). Mural adaptasi kebiasaan baru karya anggota Komunitas Mural Medan ini dibuat sebagai bentuk edukasi sekaligus sosialisasi penerapan protokol kesehatan kepada warga untuk selalu memakai masker guna mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/hp.

KOMPAS.com - Mutasi virus corona asal Inggris atau B.1.1.7 sudah masuk ke Indonesia.

Informasi itu diumumkan oleh Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono bertepatan dengan satu tahun pandemi Covid-19 masuk ke Tanah Air.

"Kita menemukan mutasi B.1.1.7 UK di Indonesia, ini fresh from the oven baru tadi malam ditemukan dua kasus," kata Dante dalam acara "Inovasi Indonesia untuk Indonesia Pulih Pasca Pandemi", Selasa (2/3/2021).

Adapun mutasi virus corona B.1.1.7 ini diketahui lebih menular hingga 70 persen dibandingkan varian awal SARS-CoV-2 yang ditemukan di Wuhan, China.

Baca juga: 7 Fakta Mutasi Virus Corona B.1.1.7 Inggris yang Sudah Masuk ke Indonesia

Berdasarkan publikasi Kesehatan Publik Inggris, mutasi B.1.1.7 meningkatkan penularan dibandingkan dengan varian yang beredar sebelumnya dan telah menyebar dengan cepat menjadi varian yang dominan di Inggris.

Beberapa negara lain juga sudah melaporkan penemuan kasus dari mutasi virus ini, termasuk Singapura, India, Malaysia, dan Korea Selatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di beberapa negara, varian ini sudah menjadi strain yang dominan. Bahkan, menurut WebMD, strain ini berlipat ganda setiap 10 hari di Amerika Serikat.

Fakta lainnya, sebuah studi pracetak dari London School of Hygiene and Tropical Medicine yang dikutip Prevention memperkirakan, varian B.1.1.7 56 persen lebih menular daripada strain SARS-CoV-2.

Studi lainnya yang dilakukan oleh Imperial College London menemukan bahwa tingkat reproduksi virus untuk strain ini adalah 1.45, sedangkan varian sebelumnya adalah 0.92.

Baca juga: Gejala Terkait dengan Mutasi Virus Corona B.1.1.7 yang Sudah Masuk Indonesia

Perlukah perlindungan ekstra?
Beberapa data mengungkapkan bahwa mutasi virus corona B.1.1.7 lebih menular. Namun, apakah kita perlu perlindungan tambahan?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.