Kompas.com - 16/09/2021, 16:52 WIB
Ilustrasi pria shutterstockIlustrasi pria
|
Editor Wisnubrata

6. Bersyukur

Terkadang lebih mudah untuk meratapi apa yang tidak kita miliki dibandingkan dengan mensyukuri apa yang ada.

Jadi, Magavi selalu merekomendasikan pasiennya untuk membuat daftar hal-hal yang mereka syukuri secara fisik, emosional, dan spiritual setiap pagi dan sore, terutama ketika kesepian selama liburan.

Menurutnya, membuat daftar syukur dan membacanya dengan keras di depan cermin dapat membantu menargetkan beberapa pusat sensorik di otak untuk memaksimalkan manfaat dari aktivitas ini.

Baca juga: 5 Manfaat Sehat Hidup Melajang

7. Rehat dari media sosial

Meski media sosial dapat membuat kita terhubung dengan orang lain, terkadang itu hanya memperkuat rasa kesepian kita.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Buktinya, sebuah penelitian pada 2019 yang diikuti oleh pelajar berusia 19 hingga 30 tahun menemukan adanya keterkaitan antara media sosial dan rasa isolasi.

Hasilnya, setiap adanya peningkatan pengalaman negatif di media sosial sekitar 10 persen, pengguna melaporkan bahwa rasa terisolasi meningkat sebanyak 13 persen.

8. Kencan dengan diri sendiri

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka jarang memiliki kesempatan untuk memikirkan dan melakukan hal-hal yang benar-benar mereka inginkan, terutama saat bersama orang lain.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.