Kompas.com - 14/10/2021, 12:57 WIB
Ilustrasi bermain Lego Ilustrasi bermain Lego
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com – Pada awal minggu ini, perusahaan produsen mainan asal Denmark, Lego, berjanji bahwa ke depannya, Lego akan membuat produk dan kampanye pemasaran yang bebas dari bias gender dan stereotip berbahaya lainnya.

Model bisnis yang lebih progresif itu diambil oleh Lego setelah hadirnya sebuah penelitian baru yang mengungkapkan bahwa anak-anak merasa “terkotak-kotak” akibat adanya stereotip gender yang tertanam.

Lego pun memaparkan sebuah laporan yang meneliti sekitar 7.000 orang tua dan anak-anak di seluruh China, Jepang, Polandia, Rusia, Inggris, AS, dan Republik Ceko.

Hasilnya, ditemukan bahwa saat ini masyarakat harus kembali membangun persepsi, tindakan, dan kata-kata untuk mendukung pemberdayaan kreatif semua anak.

Selain itu, laporan tersebut menunjukkan bahwa 71% anak laki-laki khawatir diejek jika mereka bermain dengan mainan yang dianggap tidak ditujukan untuk jenis kelamin mereka.

Sementara 76% orang tua dilaporkan memperkenalkan anak laki-laki mereka pada Lego, dan hanya 24% orang tua yang mendorong anak perempuan mereka untuk bermain dengan balok Lego.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lego pun tidak akan lagi memasarkan produknya berdasarkan gender, dengan menghapus frasa seperti "untuk anak perempuan" atau "untuk anak laki-laki,” dengan harapan dapat membentuk kembali gagasan norma gender.

"Lego akan memastikan setiap anak, terlepas dari identitas gender, merasa bahwa mereka dapat membangun apa pun yang mereka sukai," ujar Julia Goldin, kepala produk dan pemasaran Lego dalam sebuah pernyataan.

“Kami menguji semuanya pada anak laki-laki dan perempuan, serta melibatlan lebih banyak role model perempuan."

"Tugas kami sekarang adalah mendorong anak laki-laki dan perempuan yang ingin bermain dengan mainan yang mungkin secara tradisional dianggap bukan untuk mereka. Intinya, kami bekerja keras untuk membuat Lego lebih inklusif,” tambahnya.

Produsen mainan lain seperti Hasbro dan Mattel juga telah berupaya menciptakan lebih banyak produk yang tidak bias gender.

Misalnya, sebagai permulaan, Potato Head Hasbro mencopot "Mr." di depan namanya untuk netralitas gender, sementara Mattel yang dikenal dengan Barbie, meluncurkan jajaran boneka yang inklusif gender.

Namun, Lego sendiri belum menjelaskan bagaimana rencananya untuk memenuhi janjinya itu.

Baca juga: Kemegahan Kapal Titanic dari 9.090 Blok Lego

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Hypebeast
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.