Kompas.com - 19/01/2022, 13:24 WIB
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Semakin hari, semakin bertambah banyak saja kasus Covid-19 dengan varian Omicron di Indonesia.

Gejala yang ditimbulkan varian omicron sendiri tidak jauh berbeda dengan varian Covid-19 lainnya, yaitu sakit kepala, kehilangan penciuman, atau batuk.

Namun, berapa lama gejala omicron berlangsung?

Ternyata, jawabannya bisa berbeda-beda pada setiap orang.

Ya, dalam sebuah artikel untuk Johns Hopkins Medicine, dokter dan direktur senior pencegahan infeksi Lisa Maragakis mengungkapkan bahwa berlangsungnya gejala varian omicron dapat berbeda bagi setiap orang.

“Mereka yang mengalami gejala ringan Covid-19 biasanya akan pulih pada satu hingga dua minggu,” tulis Maragakis.

Sementara itu, waktu pemulihan bagi penderita gejala berat dapat menghabiskan waktu enam minggu atau lebih.

Bahkan menurut Maragakis, bisa saja penderita gejala parah mengalami kerusakan di jantung, ginjal, paru-paru dan otak dalam jangka waktu yang panjang.

Baca juga: Omicron Disebut Bisa Jadi Vaksinasi Alami Covid-19, Ini Kata Ahli

Kapan gejala berkembang?

Sebuah studi yang dilakukan oleh Norwegian Institute of Public Health dan departemen mikrobiologi di Oslo University Hospital di Oslo, Norwegia, mencoba mengamati seberapa cepat varian omicron menyebar.

Sebuah pesta Natal di Norwegia pun menjadi contohnya.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Deseret
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.