Kompas.com - 21/01/2022, 14:35 WIB

Dalam kasus NFT Ghozali, ia menilai ratusan foto yang berhasil dijual di pasar digital sebagai data yang amat masif.

Berbagai foto selama lima tahun belakangan itu merekam variasi ekspresi dan raut muka.

Selain itu, NFT itu juga merekam perubahan wajah yang terjadi selama beberapa tahun.

Baca juga: Ramai Digandrungi Selebritas, Apa Itu Sebenarnya NFT?

"Itu kalau mau dibikin prototipe wajahnya 10 tahun lagi juga bisa, datanya sangat lengkap," kata Firman.

Data itu bisa dipakai untuk berbagai hal negatif dan merugikan di kemudian hari.

Oleh sebab itu, akademisi ini berpendapat sebaiknya tidak perlu mengikuti tren dengan menawarkan NFT berupa foto.

Risikonya terlalu tinggi terkait keamanan data diri dan implikasinya di kemudian hari.

Selain itu, ada aspek legalitas yang harus dipertimbangkan jika kita asal memotret objek dan menjualnya sebagai NFT.

"Pasar itu tidak terduga, hal pribadi sebaiknya jangan dijual karena bisa dimanfaatkan untuk hal ilegal dan merugikan," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.