Kompas.com - 02/07/2022, 18:00 WIB

"Dulu istri (menegur) sampai bilang anak kamu lama-lama manggil om.''

''Empat tahun saya babak belur mulai terlihat maju pada 2017," ucap dia mengenang masa lalu.

Pemasaran online

Sejak awal, karena keterbatasan dana, pemasaran dilakukan online dengan memanfaatkan media sosial seperti Instagram.

Perlahan perusahaannya bangkit. Pesanan makin berlimpah.

Dari awalnya kaus, ia mulai bermain di hoodie, jaket, dan berbagai aksesoris motor lainnya.

Pegawai pun bertambah satu per satu.

Hanya satu yang masih dipegangnya sampai sekarang yakni desain.

Ketika pandemi melanda, bisnisnya justru semakin melejit. Sebab, dia sudah lebih dulu menjalani digital marketing alias pemasaran online.

Setiap produk yang diluncurkan habis dalam hitungan menit. Bukan hanya dari dalam negeri namun juga luar negeri.

Sayang, karena keterbatasan barang, ia tidak terlalu menggubris permintaan luar negeri. Sebab ia khawatir mengecewakan bila dilayani tidak maksimal.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.