Ada 5 Bahasa Kasih, Mana yang Sering Kamu Lakukan? - Kompas.com

Ada 5 Bahasa Kasih, Mana yang Sering Kamu Lakukan?

Kompas.com - 14/02/2018, 17:00 WIB
IlustrasiPexels.com Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Mengungkapkan perasaan cinta tak selalu harus secara verbal. Bahkan, ada yang mengatakan cinta tak butuh kata-kata, yang penting dibuktikan melalui perbuatan.

Bahasa kasih untuk orang tersayang ternyata bermacam-macam. Dengan memahaminya, kita bisa memperkuat hubungan dengan mereka yang kita sayangi. Tak hanya terhadap pasangan, namun juga teman dan keluarga.

Psikolog klinis sekaligus pakar hubungan, Denrich Suryadi, M.Psi mengatakan, ada lima bahasa kasih menurut teori Dr Gary Chapman yang juga dituangkan dalam bukunya, "The Five Love Language".

Lima bahasa tersebut, yaitu waktu berkualitas (quality time), pujian (wordsof affirmation), pelayanan (acts of service), hadiah (gifts), dan sentuhan (physical touch).

Setiap orang memiliki keinginan yang berbeda terkait ungkapan cinta pasangannya. Misalnya, ada orang yang merasa dicintai pasangannya ketika mereka berdua banyak menghabiskan waktu bersama.

Tak sedikit pula yang lebih suka menyampaikan bahasa kasih lewat kata-kata. Seperti dari ibu kepada anaknya.

Anak di usia remaja kebanyakan sudah tidak mau banyak disentuh oleh orang tuanya, sehingga bahasa kasih berupa kata-kata bisa menjadi pendekatan lainnya.

"Kalau enggak bisa sentuh, atau kasih hadiah juga mungkin enggak mau. Kenapa tidak dicoba dengan kata-kata? Yang sederhana seperti menanyakan kegiatannya di sekolah, bukan justru memarahi anak karena pulang larut," ujar Denrich dalam acara peluncuran kampanye "Dress for Love" oleh Royale Parfum Collection by So Klin di Plaza Senayan Arcadia, Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Psikolog Klinis sekaligus Pakar Hubungan Denrich Suryadi, M.Psi, Aktris Franda, Marketing Manager Royale Parfum Collection So Klin Julie Widyawati, dan Pakar Parfum Mariana Pryana (paling kiri ke kanan) dalam acara peluncuran kampanye Dress for Love oleh Royale Parfum Collection by So Klin di Plaza Senayan Arcadia, Jakarta, Rabu (14/2/2018).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Psikolog Klinis sekaligus Pakar Hubungan Denrich Suryadi, M.Psi, Aktris Franda, Marketing Manager Royale Parfum Collection So Klin Julie Widyawati, dan Pakar Parfum Mariana Pryana (paling kiri ke kanan) dalam acara peluncuran kampanye Dress for Love oleh Royale Parfum Collection by So Klin di Plaza Senayan Arcadia, Jakarta, Rabu (14/2/2018).
Denrich menambahkan, kita tidak bisa memaksakan bahasa kasih kita kepada orang lain. Jika pasangan lebih suka mendapat ungkapan rayuan romantis, sesekali kita bisa menyenangkan hatinya dengan membuatkan puisi, misalnya.

"Ada orang yg lebih suka sentuhan, misalnya dengan gandengan tangan atau peluk dia merasa disayangi. Tapi ada juga orang yang prioritasnya lebih ke kata pujian. Jadi sesuaikan dengan respons pasangan atau orang yang menerimanya agar mereka merasa kita cintai," papar dosen dari Universitas Tarumanegara ini.

Denrich mencontohkan hal sederhana ketika suaminya tanggap dalam memperbaiki barang-barang rumah tangga yang rusak. Hal itu membuatnya merasa diperhatikan dan disayangi.

Menurut dia, ini termasuk bahasa kasih acts of service alias pelayanan.

Lain halnya dengan aktris Franda. Ia dan suami menurutnya memiliki prioritas bahasa kasih yang sama, yaitu waktu berkualitas bersama dan sentuhan.

"Kenapa quality time. Kalau enggak ketemu lama ada aja yang diberantemin. Tapi kalau ketemu baik-baik aja. Walaupun mungkin enggak ngapa-ngapain, hanya nonton misalnya. Asal ada dia kayaknya hidup sudah tenang," tutur Franda.


Komentar
Close Ads X