Salin Artikel

Mengapa Warna Merah Dianggap Seksi?

Warna merah sejak lama dikaitkan dengan cinta dan gairah. Menurut direktur eksekutif Color Association AS, Leslie Harrington, hampir di semua negara menganggap merah sebagai warna cinta.

"Salah satu alasannya adalah karena merah dianggap warna darah, yang terkait dengan hati. Ini sebabnya merah menjadi simbol cinta," kata Harrington.

Merah juga berarti api, hati, dan cinta. "Saat kita merasa bergairah, kita akan memikirkan warna merah," katanya.

Ketika kita memakai busana berwarna merah, warna ini juga memengaruhi pandangan orang terhadap kita. Dengan kata lain, orang akan menilai kita lebih seksi dalam balutan busana merah.

Para wanita yang ingin mendapatkan perhatian pria bisa mencoba cara ini. Menurut studi tahun 2010, para responden pria yang melihat foto wanita berwarna merah menganggapnya lebih menarik dibanding yang berbaju biru.

Yang menarik, warna merah ternyata tak hanya terkait dengan cinta, tapi juga kemarahan. "Merah memang memiliki kaitan dengan cinta dan benci," ujar Harrington.

Semangat yang meluap-luap juga bisa dikaitkan dengan warna merah. Itu sebabnya ketika seorang pemimpin memakai dasi berwarna merah, ia memberi pesan tentang "kekuatan" ketimbang daya tarik seksual.

Menurut sejarahnya, warna merah memang lebih banyak digunakan oleh golongan kaya dan elit. Penyebabnya adalah karena ketika itu warna ini butuh biaya lebih mahal untuk diproduksi.

Dari sudut pandang psikologi, saat orang melihat warna merah, tubuhnya memberi reaksi yang menyerupai perasaan ketika sedang jatuh cinta. Misalnya saja debar jantung lebih kencang.

"Yang terjadi adalah koneksi antara emosi dan psikologi. Warna lain tidak ada yang memberi kaitan kuat seperti warna merah," ujarnya.


https://lifestyle.kompas.com/read/2018/02/21/113900520/mengapa-warna-merah-dianggap-seksi-

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.