Salin Artikel

5 Tips Lancar dan Sukses Wawancara Kerja Virtual

Kondisi ini membuat banyak orang dirumahkan atau bahkan kehilangan pekerjaannya.

Pada saat yang sama, kondisi tersebut juga membuat banyak orang mencoba melamar kerja di tempat baru.

Mereka pada akhirnya bersaing bersama sejumlah lulusan universitas yang juga mencari tempat kerja.

Situasi pandemi mengubah proses penerimaan karyawan, termasuk sesi wawancara kerja. Beberapa perusahaan mulai memberlakukan sistem wawancara kerja online.

Meski terdengar lebih mudah, namun ada sejumlah tantangan yang dihadapi ketika wawancara kerja dilakukan secara online atau virtual.

Agar wawancara berjalan lancar, berikut lima tips wawancara kerja online dari pelatih karir sekaligus pembicara publik, Ashley Stahl, seperti dilansir Forbes:

1. Membangun setting profesional

Pilihlah lokasi wawancara yang tepat. Temukan tempat yang nyaman, sepi dan bebas gangguan agar sesi wawancara kerja berjalan lancar.

Jika tinggal di apartemen atau tempat seperti kontrakan kecil atau kamar kos, kamu mungkin akan menghadapi tetangga kamar yang memutar musik dengan volume kencang, atau berbicara keras.

Demi kelancaran sesi wawancara, cobalah berbicara dengan mereka sebelum sesi dimulai.

Biarkan mereka tahu kamu akan melakukan sesi wawancara pada hari dan waktu yang spesifik, dan membutuhkan ruangan yang lebih hening.

Ruang atau meja kerja adalah setting yang baik.

Namun, jika kamu tidak memilikinya, kamu bisa duduk di meja makan atau area dengan latar belakang sederhana yang tidak akan mengganggu fokus pewawancara dari dirimu.

Sebelum sesi wawancara dimulai, kamu juga bisa menata ruangan agar lebih nyaman dilihat. Misalnya, menggantung foto keluarga dan foto kelulusan di dinding di belakangmu.

2. Cek pencahayaan

Kamu tentunya tidak mau wajahmu terkena bayangan atau silau karena terkena cahaya dari luar jendela.

Pastikan pencahayaan ke wajahmu cukup dan hindari bayangan yang tidak terprediksi.

Jika tidak bisa mendapatkan cahaya matahari, kamu bisa menggunakan sumber pencahayaan dalam ruangan atau membeli lampu tambahan.

Penempatan pencahayaan juga sangat penting. Pastikan komputer atau laptopmu ditempatkan pada permukaan yang lebih tinggi daripada pangkuanmu.

Sebab pewawancara tentunya tidak ingin melihat lubang hidungmu, bukan?

3. Cek sambungan internet

Sambungan internet yang terputus atau terhenti bisa membuatmu kehilangan kesempatan kerja.

Sambungan internet memang ada di luar kuasa kita, namun kita bisa terlebih dahulu memastikan bahwa internet kita stabil, sebelum wawancara dilakukan.

Sebelum wawancara dimulai, putuskan sambungan internet dari gawai lainnya dan tutup semua jendela di komputer atau laptopmu.

Jika kamu memiliki rencana melakukan sejumlah wawancara secara online, kamu bisa menghubungi penyedia jasa internet untuk meningkatkan kecepatan dan kapasitas internetmu, sehingga gangguan teknis bisa lebih terminimalisasi.

4. Lakukan tes

Setelah melakukan setting, saatnya kamu melakukan pengetesan.

Kamu bisa melakukannya dengan menghubungi teman, keluarga atau pelatih karir, untuk memastikan semua aspek teknis yang diperlukan sudah berjalan lancar.

Dengan cara ini, kamu juga bisa mencoba fitur-fitur dari teknologi yang kamu pakai. Sebab, pewawancara mungkin akan menguji kemampuanmu yang terkait dengan teknologi.

Tes uji coba juga bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan masukan, selain pada aspek teknis juga terhadap cara dirimu berinteraksi.

Jika memungkinkan, rekam obrolan sehingga kamu bisa menontonnnya kembali dan mempelajarinya.

Satu hal penting yang sering diabaikan adalah, ke mana mata kita harus melihat?

Apakah melihat diri kita di layar, tepat pada lensa kamera atau melihat orang lain?

Kenyataannya, memori, kesan dan kontak mata memiliki keterkaitan erat.

Sebuah studi bersama University of Wolverhampton dan University of Stirling mempelajari panggilan video.

Mereka menemukan bahwa peserta yang melakukan kontak mata melalui kamera meningkatkan kemampuan untuk mengingat apa yang mereka katakan.

Jadi, usahakan untuk menatap ke arah kamera. P

ertimbangkan untuk meletakan sesuatu tepat di atas lensa kamera untuk memastikan kamu terus melihat melalui kamera, bukan pada diri sendiri di layar.

5. Berbusana layak

Busana saat wawancara online harus memiliki pendekatan yang sama seperti wawancara langsung.

Jadi, ikuti standar aturan berbusana yang biasa kamu terapkan ketika menghadiri situasi formal.

Riset menunjukkan, cara berpakaian kita akan berdampak pada cara berpikir kita, karena ini akan meningkatkan cara berpikir abatrak dan memberikan kita perspektif yang lebih luas.

Masing-masing perusahaan memiliki standar "kelayakan" yang berbeda mengenai aturan berbusana.

Oleh karena itu, lakukan riset terlebih dahulu sebelum hari wawancara tiba untuk memastikan kamu tidak salah kostum.

Misalnya, pekerja korporasi mungkin memiliki cara berbusana yang berbeda dengan pekerja industri kreatif.

Pastikan pula kamu berbusana layak dari ujung kaki ke ujung kepala, sehingga jika mereka memintamu berdiri dan memperlihatkan seluruh tubuh, kamu akan tetap tampil layak di layar.

Terakhir, lakukan latihan, latihan, dan latihan sebelum sesi wawancara sesungguhnya berlangsung.

Sebab, kesiapan kita akan sangat berpengaruh terhadap kelancaran sesi wawancara.

Semoga berhasil!

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/06/11/074536120/5-tips-lancar-dan-sukses-wawancara-kerja-virtual

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.