Salin Artikel

Hai Orangtua, Mari Latih Anak Belajar dari Kegagalan dan Kesalahan

Padahal sesungguhnya, kegagalan dan kesalahan mungkin bukan hal yang selalu buruk.

Sebab, bisa jadi kenyataan itu justru menjadi momen bagi anak untuk mendapat pengalaman dan belajar menjadi lebih baik dan ulet.

Sehingga, mempertimbangkan strategi ini dalam mengajarkan anak terkait kegagalan dan kesalahan, mungkin bisa berdampak baik pada anak.

Melatih keterampilan memecahkan masalah

Ketika anak prasekolah merasa dia tidak dapat menyelesaikan masalah, dan gagal - misalnya, ketika dia merusak mainan teman-, orangtua sebaiknya tak langsung "menyelamatkan" dia.

Pandangan ini dipaparkan Rebecca Han, dari Odyssey the Global Preschool, Singapura.

Coba dengan mengajukan pertanyaan seperti: "Bagaimana menurutmu perasaan temanmu?"

"Apa yang dapat kamu lakukan untuk mengubahnya? Bagaimana kamu bisa menyelesaikan masalah ini?"

Memang, membimbing anak untuk merenung pun membutuhkan waktu. Jadi, berikan kesempatan bagi dia untuk berpikir dan menyelesaikannya.

"Cara ini juga membantu dia mengembangkan kepercayaan diri, konsep diri, dan penilaian moral," tambah Rebecca.

Perlu pula diingat, bahwa pada kenyataannya, orangtua tidak akan selalu ada untuk selalu membela dan menghibur setiap kali dia berbuat kesalahan atau menghadapi kegagalan. 

"Jadi, adalah cara yang bijaksana untuk membantu anak mengelola harapan, dan belajar cara mengatasi kegagalan dan kesalahan itu," sebut dia.

Hal-hal yang tidak terduga dan tidak menyenangkan bisa terjadi kapan saja. Pada saat yang sama, orangtua pun tak dapat selalu mengantisipasi atau mencegahnya.

"Orangtua dapat mengurangi beban tersebut dengan menjaga antisipasi dalam kadar yang tetap masuk akal," sebut dia.

Sekali pun segala sesuatu tidak berjalan sesuai rencana, anak akan memahami dan belajar bahwa kekecewaan adalah bagian dari kehidupan.

Jadilah teladan

Bagaimana orangtua menangani kegagalan dan kesalahan juga merupakan yang sangat penting.

Sebab, anak -khususnya usia prasekolah, akan mengamati setiap gerakan orangtua.

Jika orangtua menunjukkan tanda-tanda ketidakmampuan untuk mengatasi stres, anak pun  akan memerhatikannya.

“Jadi, jelaskan bahwa tidak apa-apa untuk gagal dan membuat kesalahan, sambil membagikan bagaimana kita pun juga gagal - dan berusaha bangkit,” kata dia.

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/06/18/084418520/hai-orangtua-mari-latih-anak-belajar-dari-kegagalan-dan-kesalahan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.