Salin Artikel

Sudahkan Kamu Mencuci Perlengkapan Outdoor dengan Benar?

KOMPAS.com - Aktivitas outdoor dan gaya hidup berpetualang semakin populer belakangan ini, dan jumlah perlengkapan yang kita butuhkan terus bertambah.

Hanya saja, perlengkapan outdoor harganya mahal dan kita sering bingung bagaimana merawatnya. Bahkan banyak dari kita tidak tahu bagaimana mencuci jaket waterproof atau jaket berbahan wol dengan benar.

Ada anggapan umum bahwa kita tidak boleh membersihkan perlengkapan outdoor karena deterjen akan melunturkan lapisan pelindung dan lapisan anti air.

Namun, melalui cara yang tepat, mencuci perlengkapan outdoor bisa membuatnya lebih awet. Simak ulasan di bawah ini.

1. Material Gore-Tex

Kita harus membersihkan item berbahan Gore-Tex atau material tahan air lainnya jika ada penumpukan keringat, minyak, kotoran atau bahkan sisa api unggun.

Cara mencuci item berbahan Gore-Tex sebenarnya relatif sederhana. Pertama, tutup ritsleting depan dan ritsleting lubang apa pun di jaket.

Kemudian, longgarkan velcro, dan buka sakunya untuk memeriksa apakah ada barang yang tertinggal. Barulah kita siap mencuci jaket Gore-Tex.

Jika tidak memiliki deterjen yang lembut, gunakan deterjen biasa. Tapi pastikan kita membilas jaket Gore-Tex setidaknya dua kali.

Taruh jaket ke dalam mesin cuci, dan pastikan setelannya dingin atau hangat dengan putaran mesin sedang.

Selanjutnya, tentukan apakah kita perlu memberi semprotan tahan air atau DWR (durable water repellant) pada jaket.

Jika jaket sempat basah saat kita memakainya, lebih baik semprotkan DWR. Gantung jaket dan semprot dengan DWR, terutama di bagian bahu.

Setelah itu, keringkan jaket di dalam mesin cuci dengan pengaturan suhu normal. Pastikan jaket benar-benar kering saat disentuh begitu kita mengambilnya dari mesin cuci.

2. Material berbahan bulu

Mencuci perlengkapan outdoor berbahan down atau bulu angsa bisa sedikit lebih rumit.

Menurut Devon de Balasi Brown, kepala Global After-Sales Operations label outdoor Arc'teryx, kita perlu memperhatikan kondisi bulu pada jaket.

"Waspadai 'penggumpalan' yang sering terjadi saat bulu tidak mengering dengan benar setelah dipakai atau ketika sudah lama tidak dicuci," kata de Balasi Brown kepada Men's Journal.

"Mirip seperti bulu di selimut kita yang cenderung terkumpul di bagian bawah dan samping, bulu juga bisa menumpuk di satu sisi di jaket kita."

"Terkadang kondisi ini bisa diselesaikan dengan mengembangkan jaket untuk menyebarkan bulu. Jika tidak berhasil, cuci dan keringkan."

"Jika kita menghadapi keringat berlebih atau minyak tubuh yang sering menempel di dekat dagu dan leher, atau jika kita berurusan dengan noda, gunakan sabun dan sikat sebelum kita mencuci jaket. Pastikan membilas area itu dengan benar."

"Cuci produk berbahan bulu sesuai keperluan karena itu proses yang memakan waktu. Kita harus tetap mencucinya, meskipun tidak ada tanda kotor yang jelas."

Menurut de Balasi Brown, produk bulu halus yang jarang dipakai bisa dicuci setiap enam bulan sampai satu tahun satu kali.

Memakai deterjen khusus untuk mencuci material berbahan bulu adalah pilihan terbaik, tetapi deterjen biasa juga dapat digunakan. Pastikan membilasnya dengan baik karena enzim dalam deterjen biasa memengaruhi bulu.

Selanjutnya, tutup ritlseting bagian depan dan lengan jaket, dan buka velcro serta ritsleting saku.

Jika memakai mesin cuci, coba cari kantong jaring atau tas berbahan halus untuk memasukkan jaket berbahan bulu kita. Setel mesin cuci untuk melakukan pencucian lembut dengan bilas ganda.

Setelah mencuci jaket berbahan bulu, hilangkan kelembapan berlebih dengan meletakkannya di atas handuk.

Sekali lagi, tentukan pilihan apakah jaket tersebut memerlukan semprotan DWR atau tidak.

Kemudian dengan bola tenis bersih, masukkan jaket ke dalam pengering dengan suhu kecil hingga mengering. Proses ini membutuhkan waktu hingga 3 jam.

3. Material berbahan wol

Wol memiliki lapisan dasar dengan kemampuannya yang cepat kering, tetapi juga rentan rusak.

"Hemat waktu, air, dan energi di tempat laundry dengan memilih pakaian berbahan wol. Sebelum meletakkan pakaian wol ke keranjang, ketahuilah wol adalah serat alami antibakteri dan antimikroba yang membutuhkan pencucian lebih sedikit dibandingkan pakaian lainnya."

Begitu kata Don Roger, presiden perusahaan pakaian wol asal AS, Duckworth.

"Saat mencuci pakaian wol, perhatikan instruksi pencucian yang dijahit pada bagian dalam pakaian kita."

"Secara umum, saya sarankan mencuci pakaian wol ringan dengan tangan secara lembut, dan gunakan mesin cuci dengan setelan lembut untuk bahan wol yang lebih berat."

"Jangan gunakan pengering. Keringkan pakaian wol dengan cara digantung."

4. Material berbahan sintetis

Sintetis memiliki keunggulan tertentu seperti material berbahan wol, yaitu tidak perlu mencucinya terlalu sering.

Namun, serat mikro pada material sintetis bisa luntur saat dicuci. Hal ini dapat dicegah menggunakan filter serat.

Gunakan filter bag untuk menghalangi serat mikro agar tidak masuk ke sistem air saat mencuci.

Studi menunjukkan, jaket sintetis yang dimasukkan ke dalam mesin cuci dengan bukaan atas melepaskan serat mikro lima kali lebih banyak jika dibandingkan mesin cuci dengan bukaan depan, menurut perusahaan pakaian AS Patagonia.

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/08/07/143641420/sudahkan-kamu-mencuci-perlengkapan-outdoor-dengan-benar

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.