Salin Artikel

Belajar dari Roger Danuarta soal Sunat Anak Saat Bayi

Hal ini dilakukan setelah mereka menjalani konsultasi dengan dokter anak yang menangani puteranya.

Alasannya, saat ini, bayi lebih banyak menggunakan popok sekali pakai ketimbang memakai popok kain.

“Jadi alangkah baiknya demi kesehatan lebih cepat untuk disunat,” ujar Cut Meyriska dalam video yang berjudul "RogerChika-Sunatan Baby Shaquille" di saluran Youtube RogerChika Journey.

Setelah menjalani pemeriksaan, akhirnya Shaquille pun menjalani tindakan sunat yang dilakukan oleh dokter.

Dalam proses itu, sang ayah turut menemani puteranya tersebut.

Sebenarnya, apakah keputusan Roger dan Cut Meyriska untuk menyunat puteranya sudah benar?

Dr. Ellen Shapiro, M.D., Direktur Urologi Anak dan Profesor Urologi di NYU Langone Medical Center memberikan penjelasan tentang hal ini. 

Shapiro mengatakan, melakukan sunat pada anak saat bayi bisa mencegah risiko infeksi saliran kemih pada anak.

Risiko infeksi saluran kemih pada anak laki-laki yang tidak disunat di bawah usia dua tahun sekitar satu persen.

Sedangkan pada anak laki-laki yang disunat, risikonya menurun menjadi sekitar 0,1 persen.

Beberapa studi observasi menemukan, pria yang disunat saat masih bayi lebih kecil kemungkinannya untuk terkena kanker penis.

Risiko komplikasi

Hanya sekitar 1,5 persen bayi yang disunat yang mengalami komplikasi selama lima tahun setelah operasi.

“Pendarahan dan infeksi adalah komplikasi yang paling umum, dan harus segera ditangani oleh dokter," kata Dr. Andrew Freedman, M.D., - ahli urologi anak.

Adhesi (pelengketan abnormal), yang terjadi ketika kulit dari batang penis menempel ke ujung, juga kadang terjadi. Namun kondisi ini sering kali sembuh dengan sendirinya.

“Tetapi mungkin memerlukan pengobatan dengan krim steroid, seperti betametason,” kata Dr. Shapiro.

Dia menyebut, adhesi yang tidak diobati bisa memicu terbentuknya lapisan kulit yang menebal yang disebut jembatan kulit, yang mungkin perlu diangkat dengan operasi.

Komplikasi sunat lain yang kurang umum adalah stenosis meatal, yang terjadi ketika peradangan dan jaringan parut menekan uretra, membuat sulit buang air kecil.

“Namun, secara keseluruhan, sunat adalah prosedur yang aman dan berisiko rendah untuk bayi baru lahir.

Pendapat itu disampaikan Dr. George Mussalli, M.D.,  dokter kandungan di Village Obstetrics di Manhattan, Amerika Serikat. 

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/10/02/100600620/belajar-dari-roger-danuarta-soal-sunat-anak-saat-bayi

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.