Salin Artikel

Mengapa Kebanyakan Jeans Berwarna Biru dan Memiliki Saku Kecil?

KOMPAS.com - Celana jeans merupakan item fesyen wajib bagi siapa saja. Kita pasti memiliki beberapa celana tersebut di lemari pakaian.

Fungsinya yang serbaguna, serta bisa dipakai untuk pergi ke acara-acara kasual atau semi formal, membuat celana jeans populer hingga saat ini.

Jika diperhatikan, sebagian besar warna jeans yang ada di pasaran berwarna biru. Orang sering menyebut celana ini sebagai "blue jeans." Tidak ketinggalan juga ada saku kecil di bagian depan celana.

Ternyata, ada sejarah panjang di balik pemberian warna biru dan disematkannya saku kecil pada celana jeans.

Sejarah jeans berwarna biru

Levi Strauss disebut-sebut sebagai pencipta jeans. Namun, menurut laman Levi Strauss & Co, bukan dia orang pertama yang membuat jenis kain tersebut.

Jeans dibuat dari bahan denim yang asalnya dari kota Nimes di Perancis. Itulah kenapa namanya denim, dari kata de Nimes.

Apa yang dilakukan Levi Strauss adalah mematenkan gaya celana denim dengan paku keling agar celana itu lebih kokoh.

Sederhananya, dia hanya memberikan sentuhan baru pada denim yang sudah lama menjadi pakaian kebanyakan kaum pekerja.

Levi mengambil desain yang sama pada celana katun berwarna cokelat yang disebut "duck", dan diterapkan pada jeans.

Nah, warna biru dipilih sebagai warna khas denim karena sifat kimia pewarna biru.

Pada saat itu, sebagian besar pewarna biru meresap ke kain dalam suhu panas, sehingga warna lebih mudah menempel ke bahan.

Namun, pewarna biru indigo yang dipakai di jeans zaman dahulu hanya menempel di bagian luar benang, menurut laman Slate.

Ketika denim yang diwarnai dengan biru indigo dicuci, ada bagian pewarna dan benang yang hilang.

Semakin sering dicuci, denim terasa semakin lembut dan pada akhirnya lebih nyaman dipakai.

Blue jeans pun naik pamor dan menjadi bagian sejarah dari mode klasik Amerika, seiring dengan turunnya permintaan untuk celana duck.

Fungsi saku kecil di celana jeans

Saku kecil yang terdapat di bagian depan jeans mungkin tidak banyak dipakai oleh pengguna celana jeans masa kini.

Sebab, dengan ukuran yang kecil, saku itu nyaris tidak bisa dipakai untuk menyimpan barang, kecuali beberapa uang logam.

Namun, sama seperti istilah "blue jeans", keberadaan saku kecil ini juga bukan tanpa alasan.

Di akhir era 1800-an, saku kecil ini disebut "watch pocket" karena awalnya ditujukan sebagai tempat yang aman bagi pria untuk menyimpan arloji saku mereka.

Perlu diketahui, pada masa itu orang tidak memakai jam tangan namun membawa jam saku yang dikantongi. 

Watch pocket pertama kali terlihat pada celana jeans Levi Strauss, yang dipasarkan di tahun 1879.

Blog resmi Levi Strauss menyatakan celana jeans biru Levi's awalnya hanya mempunyai empat saku, termasuk watch pocket atau saku arloji.

"Jeans biru pertama memiliki empat saku satu di belakang, dua di depan, plus saku arloji kecil," tulis blog Levi Strauss.

So, terjawab sudah kenapa celana jeans rata-rata berwarna biru dan memiliki saku kecil di bagian depan.

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/12/19/195025920/mengapa-kebanyakan-jeans-berwarna-biru-dan-memiliki-saku-kecil

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.