Salin Artikel

Obat Kumur Tak Cukup untuk Cegah Bau Mulut Saat Puasa, Mengapa?

Sebab, tidak adanya asupan makanan dan minuman selama lebih dari 12 jam membuat produksi saliva terhenti sehingga mulut terasa kering dan dapat timbul bau.

Apalagi jika kita tidak menyadari ada sisa makanan terselip di sela-sela gigi.

Sebagian orang meenyiasati bau mulut dengan memakai obat kumur agar memberi kesegaran pada mulut selama berpuasa.

Namun, penggunaan obat kumur ternyata tidak cukup untuk menghilangkan bau mulut saat puasa. Mengapa demikian?

"Itu tidak bisa menggantikan sikat gigi karena sikat gigi ada gerakan mekanis untuk melepas sisa-sisa makanan."

"Kita harus pastikan mulutnya juga bersih," ungkap Dokter Spesialis Periodonsia drg Rachel Yuanithea, SpPerio dalam Instagram Live bersama Eka Hospital, Jumat (16/4/2021).

Rachel menambahkan, sisa makanan yang terselip dan dibiarkan dapat menyebabkan bau mulut. Apalagi ketika kita tidak makan dan minum dari pagi hingga sore.

Untuk itu, penting untuk memastikan kita menyikat gigi dua kali sehari dengan cara yang tepat untuk mencegah sisa makanan tertinggal di sela gigi.

"Makanan paling sering terselip di lekukan antara gusi dan gigi. Karena ada ruang yang agak susah dicapai, kalau gerakannya salah tidak akan bersih," ucapnya.

Untuk gigi depan, pastikan menyikat gigi dari arah gusi ke gigi. Sementara untuk gigi bagian samping atau di dekat gigi, sikatlah dengan gerakan memutar.

Selain itu, pilihan obat kumur juga penting untuk diperhatikan.

Rachel mengingatkan untuk memilih kandungan yang tepat.

Obat kumur dengan alkohol justru dapat menyebabkan mulut menjadi kering, yang pada akhirnya akan membuat bau mulut lebih terasa.

Oleh karena itu, pilihlah obat kumur tanpa alkohol dan hindari pemakaian yang terlalu sering.

Cukup berkumur satu kali sehari dan bisa dilakukan setelah sahur.

Mencegah bau mulut saat puasa

Selain menyikat gigi dan mengunakan obat kumur, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah bau mulut saat berpuasa, antara lain:

1. Melakukan flossing

Tidak semua sudut gigi dapat dijangkau oleh sikat gigi.

Untuk memastikan gigi bersih dari sisa-sisa makanan, gunakan benang gigi setelah menyikat gigi.

"Flossing satu-satu. Awalnya memang susah, kayak lama harus satu-satu (gigi) apalagi di daerah belakang. Tapi lama-lama akan terbiasa," ucapnya.

2. Menyikat lidah

Jika ingin memastikan rongga mulut bersih dengan maksimal, bersihkan lidah dengan tongue cleaner.

Membersihkan lidah juga berpengaruh terhadap bau mulut. Sebab, lidah memiliki lekukan-lekukan kecil yang mungkin dapat ditempeli oleh makanan.

Namun, hindari menggunakan sikat gigi untuk membersihkan lidah karena bulu sikat yang kasar malah bisa melukai lidah.

3. Minum banyak air putih

Pastikan asupan air putih cukup saat sahur dan berbuka agar tubuh terhidrasi dengan baik.

Hindari mengawali buka puasa dengan minuman mengandung kafein seperti kopi dan teh karena akan menarik air sehingga membuat mulut menjadi lebih kering.

Hindari pula langsung makan makanan dengan kadar gula yang terlalu tinggi dan lengket ketika berbuka karena berpotensi memicu gigi berlubang, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap bau mulut.

4. Memastikan kesehatan gigi

Adanya gigi yang berlubang atau karang gigi dapat menyebabkan bau mulut.

Kondisi itu tak selalu bisa ditangani dengan sikat gigi dan obat kumur.

Jadi, jika mengalami bau mulut yang mengganggu, cobalah mencari tahu apakah ada masalah gigi yang dialami.

"Kalau tidak diatasi maka susah untuk menghilangkan bau mulut karena sumber masalah tidak ditangani," kata Rachel.

Jika gigi sudah dalam keadaan sehat, usahakan untuk menjaganya dengan tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan yang merusak gigi, seperti makanan manis.

Selain itu, setelah sahur usahakan menunggu selama 30 menit sebelum menyikat gigi.

Sebab, setelah santap sahur, pH mulut masih dalam keadaan asam sehingga jika digabungkan dengan tindakan abrasif dari menyikat gigi berpotensi menyebabkan gigi berlubang.

"Jadi supaya tidak ada lubang ditunggu dulu 30 menit," ujarnya.

5. Konsumsi tablet isap probiotik

Keseimbangan bakteri di dalam mulut sangat penting dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut, termasuk mencegah kerusakan gigi dan bau mulut.

Salah satu upaya untuk menjaga keseimbangan tersebut adalah dengan mengonsumsi tablet isap probiotik.

"Ada tablet isap untuk menjaga supaya flora di dalam mulut tetap imbang, tidak banyak bakteri jahat," ucap dia.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/04/17/041000220/obat-kumur-tak-cukup-untuk-cegah-bau-mulut-saat-puasa-mengapa-

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.