Salin Artikel

Sempat Tolak Vaksin Covid-19, Pria Amerika Ini Butuh Cangkok Paru

KOMPAS.com - Meski berbagai penelitian menunjukkan vaksin Covid-19 memperkecil kemungkinan kita mengalami gejala berat dan komplikasi akibat infeksi virus corona, namun masih banyak orang yang menolak divaksin. 

Fenomena ini bukan cuma ditemui di Indonesia, tetapi di negara maju seperti Amerika Serikat. 

Naas, salah seorang penolak vaksin di Texas, AS, justru mengalami komplikasi akibat infeksi Covid-19 dan membutuhkan transplantasi paru-paru ganda untuk bertahan hidup.

Ketika program vaksinasi diadakan di daerahnya pada Januari kemarin, Joshua Garza, pria tersebut, menolak untuk divaksin karena ia merasa tidak membutuhkan vaksin.

Belakangan dikabarkan pria berusia 43 tahun ini dinyatakan positif Covid-19 dan mengalami gejala yang parah.

"Covid akhirnya menyerang paru-paru saya," tutur Garza kepada ABC News.

"Kejadiannya cepat, dalam waktu tiga minggu paru-paru sudah terinfeksi."

Pada awal Februari, Garza pingsan ketika berjalan di rumahnya. Istrinya lalu memanggil ambulans untuk membawa sang suami ke rumah sakit.

Garza dipindahkan ke Houston Methodist dan darahnya dipompa menggunakan mesin.

"Mereka memberi tahu saya paru-paru saya tidak berfungsi, jadi saya tidak tahu apakah saya bisa tidur malam ini dan bangun esok harinya," katanya.

Garza dimasukkan ke dalam daftar pasien yang mendapatkan transplantasi (cangkok) paru-paru dan dapat menjalani operasi pada pertengahan April.

Dia menghabiskan beberapa minggu untuk pemulihan dan keluar dari rumah sakit pada 27 Mei.

Transplantasi

Seperti diberitakan ABC News, transplantasi paru-paru merupakan operasi yang jarang dilakukan terhadap pasien Covid-19. Namun operasi tersebut merupakan satu-satunya cara jika tidak ada pilihan lain.

Houston Methodist sudah melakukan delapan transplantasi paru-paru pada pasien Covid-19, dan beberapa pasien saat ini sedang menunggu untuk menjalani transplantasi paru-paru.

"Orang-orang ini masih berjuang untuk hidup mereka," ujar Howard Huang, MD, direktur medis transplantasi paru-paru Houston Methodist, yang menangani Garza.

Rumah sakit tempat Huang bekerja merawat banyak pasien Covid-19 yang mengalami gejala parah, dan sebagian pasien tersebut belum divaksin.

"Data saat ini menunjukkan vaksin sangat baik untuk mencegah penyakit parah Covid-19," kata Huang.

Garza mengatakan kepada ABC News, dia membagikan kisahnya untuk mencegah orang lain mengalami apa yang dia rasakan.

"Jika saya sudah mengetahuinya sebelumnya, saya pasti akan menjalani vaksinasi," sebut Garza.


https://lifestyle.kompas.com/read/2021/06/21/154940220/sempat-tolak-vaksin-covid-19-pria-amerika-ini-butuh-cangkok-paru

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.