Salin Artikel

3 Alasan Pentingnya Memiliki Body Positivity agar Hidup Lebih Bahagia

KOMPAS.com - Body positivity menjadi isu yang belakangan ini sedang ramai dibahas di media sosial. Sayangnya, masih banyak yang belum memahami dan menyadari pentingnya penerimaan tubuh diri sendiri agar hidup lebih bahagia.

Idealnya, kita harus mencintai tubuh kita, apa pun bentuk, berat badan, warna kulit, atau kondisi lainnya, tanpa syarat. Sayangnya, tidak semua dari kita mampu melakukannya dan bersikap realistis.

Rasa rendah diri atau tidak puas akan diri sendiri ini umumnya dialami oleh wanita meski tidak menutup kemungkinan juga dirasakan oleh pria.

Setidaknya, 91 persen wanita tidak puas dan melakukan diet untuk mencapai bentuk tubuh ideal mereka. Data ini membuktikan bahwa masih banyak yang memiliki body image negatif pada dirinya sendiri. 

Sebenarnya, hal ini terjadi karena besarnya pengaruh dari luar diri, seperti kampanye marketing produk kecantikan atau fashion yang salah kaprah dan fakta bahwa ada orang yang diperlakukan berbeda karena penampilannya.

Hal ini yang kemudian memicu banyak orang berusaha mencapai kesempurnaan penampilan. Misalnya saja diet berlebihan, operasi plastik yang berbahaya, dan berbagai tindakan kecantikan lainnya yang tidak memedulikan kesehatan.

Kecenderungan body image negatif juga berisiko menyebabkan depresi, kecemasan, dan berbagai masalah mental lainnya. Pada akhirnya, kita terus-menerus tidak puas dan sulit berbahagia.

Pentingnya Menanamkan Body Positivity pada Diri Sendiri

Kampanye body positivity pertama kali berkembang pada tahun 1960-an di Amerika Serikat. Tujuannya untuk memberdayakan wanita agar menerima tubuh dan fisik mereka sehingga dapat melepaskan diri dari rasa malu yang terkait dengan stereotip obesitas.

Sebagai gerakan sosial, kampanye ini  berusaha membantu orang memahami bagaimana media sosial dan pesan-pesannya memengaruhi cara kita memandang tubuh kita. Harapannya, semua orang dapat memiliki hubungan yang lebih sehat dengan dirinya sendiri.

Berikut adalah manfaat menanamkan body positivity pada diri sendiri:

  • Menumbuhkan rasa cinta pada diri sendiri

Budaya populer cenderung terobsesi dengan konsep akan tubuh ideal yang tidak realitis dan tidak sehat. Tidak mengherankan, banyak orang merasa malu pada tubuhnya sendiri karena dianggap buruk.

Alih-alih belajar untuk mencintai dan menerima diri mereka apa adanya, mereka menjalani misi seumur hidup untuk "memperbaiki" diri mereka sendiri.

Body positivity adalah soal penerimaan tubuh dan mencintai diri kita sendiri. Kita tidak perlu mengubah diri sendiri untuk menyesuaikan diri dengan persepsi orang lain.

Menerima diri dan tubuh kita sepenuhnya berarti menghormati dan merangkul semua sisinya. Nantinya, kita tidak lagi merasa cemas karena tak akan terganggu soal standar kecantikan orang lain.

Tubuh kita bukanlah urusan siapa pun, jangan biarkan siapa pun mencampurinya.

  • Meningkatkan kesehatan mental

Rasa tidak puas pada penampilan dan fisik kita bisa berdampak pada kesehatan mental. Studi menunjukkan, orang dengan weight preoccupations atau gangguan dismorfik tubuh menunjukkan tingkat gejala depresi dan kecemasan yang lebih tinggi dan lebih cenderung memiliki pikiran untuk bunuh diri.

Jika kerap memiliki pikiran tidak baik soal tubuh sendiri, cek kembali kondisi mental dan emosional kita.

Tanyakan pada diri sendiri, “Apakah saya merasa kewalahan atau cemas saat ini?”. Cari tahu hal apa yang menjadi penyebabnya dan sumber beban pikiran kita itu.

Untuk menghilangkannya, lakukan latihan berbasis kesadaran untuk melatih diri mencintai penampilan dan fisik yang dimiliki. Berikan kasih sayang, cinta, dan perhatian kepada tubuh kita.

Jadikan itu praktik sehari-hari untuk mengembangkan body positivity dan menjaga citra tubuh yang sehat. Cobalah bertahan pada misi hidup untuk tetap setia pada diri sendiri, termasuk penampilan, meski ada banyak pengaruh di luar sana.

  • Menantang Standar Kecantikan Media Sosial

Keberadaan media sosial termasuk Instagram, kerap membuat banyak orang tidak percaya diri. Apalagi jika kerap menyaksikan influencer atau selebriti yang memamerkan tubuh yang terlihat ideal dan sempurna.

Faktanya, banyak foto yang diedit dan dimodifikasi agar terlihat lebih muda dan lebih kurus. Gambar tidak realistis itu memengaruhi secara negatif termasuk memicu orang melakukan operasi modifikasi tubuh.

Karena itu, hindari konten seperti itu di dunia maya dan fokus pada gerakan yang lebih positif. Kini kampanye body positivity juga gencar dilakukan di media sosial sebagai upaya untuk menciptakan perubahan.

Salah satu tren yang meningkat di media sosial adalah postingan konten body positivity yang bertujuan untuk menantang cita-cita kecantikan yang sempit.

Manfaatkan itu dengan fokus pada konten yang mempromosikan penerimaan dan penghargaan terhadap semua jenis tubuh.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/07/12/134736420/3-alasan-pentingnya-memiliki-body-positivity-agar-hidup-lebih-bahagia

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.