Salin Artikel

5 Jawaban atas Ketakutan Orangtua soal Penyebaran Varian Delta pada Anak

Ada kecemasan jika anak terpapar dan terinfeksi virus, apalagi vaksinasi di Indonesia belum menyeluruh.

Virus varian ini disebut jauh lebih berbahaya karena lebih cepat menyebar.

Di Amerika Serikat misalnya, bahkan merespons penularan varian ini dengan kembali mewajibkan penggunaan masker.

Di Indonesia, vaksin untuk anak -yang menjadi penangkal untuk anak, baru mulai diberikan, dan belum tersedia di semua daerah.

Tak heran banyak orangtua yang kebingungan cara melindungi anaknya dari penyebaran Covid-19 varian delta.

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut adalah jawaban dari sejumlah pertanyaan yang mungkin saat ini ada di benak para orangtua.

  • Seberapa berbahaya varian delta untuk anak?

Otoritas kesehatan di AS mengatakan, varian delta kemungkinan dapat memicu gejala yang lebih parah.

Meskipun -memang, data yang tersedia belum jelas menyatakan soal perbedaannya dengan varian awal.

Namun, Ketua Committee on Infectious Diseases for the American Academy of Pediatrics, Sean O'Leary mengatakan varian ini jelas jauh lebih menular.

Varian delta 50-60 persen lebih mudah menular daripada varian alfa.

“Ada banyak alasan yang menjadi perhatian kita semua secara umum. Kasus telah melonjak untuk anak-anak secara khusus. ”

Kemampuan virus untuk menyebar dengan cepat sangat mengkhawatirkan, karena hanya 30 persen anak-anak yang memenuhi syarat vaksinasi.

Jennifer Lighter, spesialis penyakit menular pediatrik di New York University Langone Health mengatakan, Covid-19 dan flu pada anak-anak memiliki jenis morbiditas yang sama, meskipun sebenarnya bisa dicegah dengan vaksin. 

  • Bagaimana cara melindungi anak yang belum divaksin?

Untuk memastikan ksehatan anak terlindungi, O'Leary menyarankan agar semua orang yang memenuhi syarat segera divaksin.

“Itulah cara terbaik kita dapat melindungi masyarakat dan anak-anak, termasuk anak-anak yang lebih muda," kata dia.

Orangtua juga harus memerhatikan anak lebih jauh di masa pandemi termasuk dengan membatasi bepergian, menjauh dari kerumunan dan disiplin memakai masker.

Allison Bartlett, spesialis penyakit menular pediatrik di University of Chicago Medicine mengatakan, vaksin memang berguna, namun tidak menjamin anak benar-benar terlindungi dari infeksi virus.

Cara terbaik untuk menghindari varian delta adalah menerapkan protokol kesehatan dan berbagai saran yang telah disampaikan para pakar sejauh ini.

"Ketika kerumunan semakin besar atau bergerak di dalam ruangan, masker oleh semua orang penting untuk menjaga anak-anak tetap aman," kata dia.

  • Apakah anak harus dijauhkan dari kakek, nenek atau orang dewasa lain?

Keluarga perlu mencoba untuk mempertahankan rasa kewarasan dan mengenali pentingnya kontak manusia saat berusaha menjaga diri di masa pandemi. Demikian pandangan O'Leary.

Anak akan jauh lebih aman dan risiko infeksi akan sangat rendah jika berkontak dengan keluarga yang sudah divaksin lengkap.

Penting juga untuk melakukan sejumlah pencegahan misalnya dengan tidak bertemu orang lain ketika anak sedang sakit dan imunitasnya rendah.

Hal terpenting yang bisa dilakukan orangtua agar anaknya aman adalah meyakinkan orang dewasa di sekitarnya untuk segara divaksin.

  • Apakah anak perlu dijauhkan dari ruang publik?

Selama pandemi ini, hindari membawa anak yang belum divaksin ke tempat umum seperti pasar atau pertokoan.

Perlu untuk bersikap ekstra hati-hati karena dapat berisiko pada kesehatan anak.

Meski demikian, orangtua bisa memutuskan hal tersebut berdasarkan kasus per kasus.

Allison Bartlett mengatakan, jika tidak benar-benar diperlukan hindari berkegiatan di ruang publik untuk sementara.

"Tetapi jika kita menggunakan masker dan di toko yang tidak terlalu ramai, itu adalah hal yang cukup aman untuk dilakukan," ungkap dia.

Keputusan orangtua sebaiknya ditetapkan berdasarkan lokasi tempat tinggal atau lokasi yang akan dikunjungi dan seberapa tinggi risiko penyebaran virus di daerah tersebut.

Jika ada banyak penyebaran, lakukan lebih banyak tindakan pencegahan.

Terakhir, kita juga perlu melakukan pencegahan ekstra jika anak berkontak dengan orang yang kekebalannya terganggu atau sedang sakit.

  • Apakah orangtua yang sudah divaksin dapat menyebarkan virus?

Banyak pasangan suami istri sudah divaksin namun anak-anaknya belum karena adanya keterbatasan.

Kondisi ini memicu kekhawatiran kemungkinan anak terpapar virus dari orangtua yang sudah lebih kebal.

Bartlett membenarkan bahwa, orangtua yang divaksin dan terinfeksi akan memiliki sejumlah virus yang dapat mereka sebarkan.

Namun jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan orang yang tidak divaksin.

Selain itu, kasus penyebaran dari orang yang sudah divaksin juga masih sangat jarang ditemukan sehingga risikonya tergolong rendah.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/08/04/173249320/5-jawaban-atas-ketakutan-orangtua-soal-penyebaran-varian-delta-pada-anak

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.