Salin Artikel

5 Cara Mengetahui Anak Sudah Bisa Ditinggal di Rumah Sendirian

KOMPAS.com - Ketika harus meninggalkan anak di rumah sendirian untuk pertama kalinya, banyak orangtua bingung dan ragu apakah anak mereka sudah siap.

Sebab, meninggalkan anak-anak di rumah sendirian tanpa orangtua atau pengasuh adalah langkah besar untuk meletakkan tanggung jawab pada anak-anak.

Dan ini adalah kesempatan bagi anak-anak untuk membuktikan bahwa mereka pantas mendapatkan kepercayaan yang telah diberikan orangtua kepada mereka.

Pada usia berapa anak-anak sudah bisa ditinggal sendirian, bergantung pada tingkat kenyamanan orangtua dan anak-anak, serta tingkat kedewasaan yang ditunjukkan anak-anak.

Lebih lanjut, berikut ini terdapat beberapa cara bagi orangtua untuk mengetahui apakah anak-anak mereka sudah bisa ditinggal di rumah sendirian.

1. Anak-anak sudah tidak takut sendiri

Pertama dan terpenting, orangtua perlu memastikan bahwa anak-anak mereka sudah tidak takut dengan gagasan ditinggal sendirian di rumah atau mengalami masalah ditinggal sendirian secara umum.

Jika ada keragu-raguan di pihak anak-anak, maka ini bukan waktunya untuk meninggalkan mereka sendirian di rumah.

Bagi anak-anak yang telah melalui uji coba ditinggalkan di rumah untuk waktu yang singkat hingga lebih lama dan merasa benar-benar nyaman, itu adalah tanda bahwa anak-anak siap untuk ditinggalkan sendirian di rumah.

Menurut Children's Hospital of Pittsburg, untuk memastikan tidak ada rasa takut, situasi yang berbeda harus dijalankan.

Sehingga, jika sesuatu yang tidak terduga terjadi, anak-anak tahu apa yang harus dilakukan ketika orangtua tidak ada untuk menangani situasi bersama mereka.

2. Anak-anak bertanggung jawab

Anak-anak yang telah membuktikan bahwa mereka bertanggung jawab dengan mengikuti aturan atau secara teratur mengerjakan pekerjaan rumah, umumnya sudah siap untuk sendirian di rumah.

Menurut EmpoweringParents.com, anak-anak yang telah membuktikan bahwa mereka bertanggung jawab dalam sebagian besar aspek kehidupan mereka adalah kandidat yang baik untuk ditinggalkan di rumah sendirian tanpa pengawasan orang dewasa.

Dengan demikian, setelah beberapa percobaan berhasil diselesaikan untuk memastikan bahwa anak-anak merasa nyaman dengan kesendiriannya, biarkan mereka mencoba sendiri di rumah.

Ini karena anak-anak akan mengikuti aturan yang ditetapkan untuk mereka dan orangtua tahu tanpa ragu-ragu bahwa aturan itu akan diikuti.

Dengan rasa saling menghormati ini, ada kepercayaan bahwa segala sesuatunya akan berjalan lancar selama orangtua pergi.

3. Anak-anak bisa menelepon untuk meminta bantuan

Meski semua orangtua memiliki harapan bahwa anak-anak yang tinggal di rumah sendirian akan baik-baik saja, pasti selalu ada kemungkinan bahwa keadaan darurat dapat terjadi.

Karena itu, anak-anak perlu tahu bagaimana meminta bantuan sebelum bisa tinggal di rumah tanpa orang dewasa.

Menurut Rady Children's Hospital, anak-anak yang ditinggalkan sendirian harus dapat mencari bantuan jika mereka menemukan diri mereka dalam situasi di mana bantuan dibutuhkan.

Oleh sebab itu, mengetahui cara menelepon panggilan darurat dan memberikan informasi terkait kepada petugas operator atau mengetahui rumah tetangga mana yang dapat mereka datangi untuk meminta bantuan adalah sesuatu yang harus diketahui.

Karena hal ini sangat penting, maka berlatih menghadapi berbagai skenario disarankan untuk membuat anak-anak terbiasa dengan apa yang akan diminta dari mereka dalam situasi darurat.

4. Anak-anak bisa membuat camilan sendiri

Bergantung pada berapa lama anak-anak akan dibiarkan sendiri, mereka setidaknya harus bisa membuat camilan sehat sendiri jika lapar tanpa bantuan orangtua.

Menurut WebMD, anak-anak yang ditinggal sendirian di rumah harus tahu bagaimana mempersiapkan diri untuk membuat camilan sehat.

Karena itu, kulkas harus diisi dengan pilihan makanan sehat. Dan jika camilan tertentu memerlukan penggunaan microwave, anak-anak harus diajari cara menggunakannya juga.

Jika anak-anak sudah memiliki keterampilan membuat camilan, mereka juga bisa diajari cara menggunakan kompor. Namun, ini semua tergantung pada preferensi orangtua.

5. Anak-anak mengetahui pertolongan pertama

Jika terjadi kecelakaan kecil saat ditinggalkan di rumah sendirian, anak-anak harus mengetahui pertolongan pertama untuk merawat diri mereka sendiri secara memadai sebelum orangtua kembali ke rumah.

Menurut Missouri Department of Social Services Children's Division, anak-anak harus diajari dasar-dasar pertolongan pertama sebelum orangtua mempertimbangkan untuk meninggalkan mereka sendirian di rumah.

Ini berarti bahwa anak-anak tahu kapan dan bagaimana memberi kompres dingin pada luka, dapat menemukan dan memasang perban dengan tepat, serta dapat menghilangkan hal-hal seperti serpihan sendiri.

Anak-anak juga harus tahu kapan cedera terlalu besar untuk mereka tangani dengan pertolongan pertama saja.

Dan jika ya, ketahuilah untuk menghubungi orangtua mereka, orang dewasa yang tepercaya lainnya, atau layanan darurat daripada mencoba memperbaiki situasi sendiri.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/12/14/113310220/5-cara-mengetahui-anak-sudah-bisa-ditinggal-di-rumah-sendirian

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.