Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

8 Manfaat Menjadi Sabar untuk Kehidupan, Mau Tahu?

KOMPAS.com - Berbicara soal kesabaran, tentu kita tidak bisa melupakan bagaimana caranya menghadapi ujian hidup dengan tenang.

Ya, berusaha menjadi penyabar memang banyak tantangannya karena kita tidak pernah tahu kapan, di mana, dan seberapa lama harus menahan emosi.

Sabar adalah kemampuan untuk tahan menghadapi cobaan, tabah, tenang, tidak tergesa-gesa, dan tidak terburu nafsu.

Walau mudah diucapkan, pada kenyataannya kesabaran perlu latihan ekstra keras supaya emosi tidak mudah meledak-ledak.

Tapi, apa sih manfaat bersabar untuk diri sendiri?

Menjadi sabar tak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi, kalau kita bisa mempraktikkan "ilmu tingkat tinggi" ini, ada berbagai manfaat yang dirasakan.

1. Meningkatkan kesejahteraan mental

Hal pertama yang didapat dari kesabaran adalah meningkatnya kesejahteraan mental dan emosional.

Di sini, kitalah pihak yang paling diuntungkan ketika mampu bersabar ketimbang marah-marah, frustasi, dan stres.

Manfaat ini pernah diungkap oleh sekelompok peneliti dalam studi yang dipublikasikan di National Library of Medicine tahun 2015.

Studi yang menjaring mahasiswa asal Iran sebagai responden itu mendapati temuan bahwa sabar ada hubungannya dengan kepuasan hidup.

Temuan didapat setelah peneliti memberikan alat untuk mengukur paradigma tentang kesabaran.

Hasilnya, kesabaran menjadi prediktor dari kesehatan mental terutama pada responden yang mendapat skor tinggi di skala depresi.

Sementara studi yang diunggah di Research Gate tahun 2012 menemukan fakta kalau sabar bisa mengurangi depresi.

2. Lebih bijaksana

Bersabar membantu kita untuk mengambil keputusan dengan masuk akal dan lebih berhati-hati menilai situasi.

Manfaat ini membantu kita supaya tidak membuat keputusan yang terburu-buru.

Ketika mampu bersabar, kita tahu apa yang diinginkan dan pantas didapatkan. Sehingga kita belajar untuk menunggu.

3. Membuat hubungan langgeng

Kesabaran berkaitan dengan cara kita memperlakukan orang-orang di sekitar, termasuk pasangan.

Hal tersebut membantu kita untuk melihat masalah dari perspektif yang luas ketika muncul konflik dalam hubungan.

Dengan cara itu, kita juga lebih mungkin untuk empati, memahami orang lain, dan menghindari ketegangan dalam hubungan.

4,. Berpikir panjang

Menjadi sabar benar-benar membantu untuk memandang masa depan, ketimbang berambisi pada tujuan jangka pendek.

Sabar mengajari kita bahwa hal-hal baik yang diinginkan dalam hidup membutuhkan waktu.

Hal tersebut tentunya menuntun kita untuk menghargai perjalanan hidup untuk mencapai tujuan yang lebih besar.

5. Kedamaian batin

Belakangan ini, sebagian orang merasakan ketidaktenteraman dalam batinnya. Mungkin mereka punya masalah dengan diri sendiri atau orang lain.

Perasaan seperti itu ternyata bisa diatasi dengan kesabaran karena hal ini mencegah kita dari stres.

Seolah-olah membiarkan Semesta bekerja, sabar memberikan pelajaran bahwa kita harus melepaskan hal-hal yang tidak bermanfaat.

Juga, penting untuk mengambil waktu sejenak, tidak terburu-buru, dan menerima kondisi saat ini apa adanya.

6. Menjadi baik

Saat bersabar, kita lebih mungkin untuk menjadi baik meski kondisi di sekitar membuat gelisah dan tidak mempedulikan.

Di sini, kesabaran memberikan pesan bahwa kita harus bersikap lembut dan toleran, termasuk memaafkan orang lain yang membuat kesal.

Kesabaran juga membantu kita untuk belajar dari kesalahan, mengambil hikmahnya, dan mengambil waktu untuk tumbuh.

7. Membantu mencapai tujuan

Dikutip dari Forbes, menjadi sabar memiliki manfaat lain untuk membantu kita mencapai tujuan.

Terlebih, jalan menuju kesuksesan masih panjang dan bukan sesuatu yang bisa diraih dalam semalam.

Kesuksesan juga memerlukan proses untuk bertumbuh dan ketekunan yang akhirnya berbuah manis.

8. Menjadi pemimpin

Pemimpin perlu bekerja sama dengan orang lain untuk membantu mengembangkan keterampilan terbaik mereka.

Beberapa orang yang bekerja dengan kita akan menjadi pembelajar yang mudah berkembang.

Namun, beberapa dari mereka mungkin membutuhkan waktu lebih untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan. Tidak jarang, mereka juga bisa melakukan kesalahan.

Jika ingin menjadi pemimpin yang baik, kita harus sabar menghadapi mereka. Kita harus mau menunggu orang lain berkembang seiring waktu.

Kita harus sadar untuk menjadi pemimpin lebih sabar dan memahami bahwa hal-hal yang baik membutuhkan waktu.

https://lifestyle.kompas.com/read/2022/09/19/163514520/8-manfaat-menjadi-sabar-untuk-kehidupan-mau-tahu

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.