"Saudara Tua" Beri Kami Shinkansen...

Kompas.com - 01/11/2008, 06:12 WIB
Editor

Hari ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan membuka Indonesia Jepang Expo 2008 yang diselenggarakan Kompas-Nikkei. Di salah satu sudut ekspo, ditampilkan simulator tiga dimensi kereta peluru Shinkansen yang beroperasi di Jepang sejak Oktober 1964. Mungkinkah Indonesia mengoperasikan Shinkansen?

Pada 10 Agustus 1867, satu rangkaian kereta api berangkat dari Stasiun Semarang Kemijen menuju Tanggung sejauh 25 kilometer. Dioperasikan Nederlandsch-Indische Spoorweg-Maatschappij, itulah kereta api (KA) pertama di Indonesia.

Lima tahun kemudian, Oktober 1872, barulah KA pertama beroperasi di Jepang, antara Tokyo dan Yokohama. Jadi, pemerintah kolonial Hindia Belanda mengungguli Kerajaan Jepang dalam pembangunan KA.

Hindia Belanda juga lebih cepat membangun trem listrik. Tahun 1899, Batavia Electrische Tram Maatschappij telah mengoperasikan trem listrik, sedangkan di Tokyo trem listrik baru ada tahun 1903.

Namun, Oktober 1964, Jepang ”meninggalkan” Indonesia dengan mengoperasikan kereta peluru Tokaido Shinkansen. KA itu melaju antara Tokyo dan Shin Osaka (515 km) berkecepatan 270 km per jam.

Teknologi berkembang. Bila tahun 1964, Tokyo-Shin Osaka ditempuh dalam 4 jam, kini 2 jam 30 menit. Bila tahun 1964, beroperasi 60 kereta per hari, tahun 2007 dijalankan 301 kereta per hari.

Tiap hari, Tokaido Shinkansen mengangkut 375.000 penumpang, lebih banyak 100.000 penumpang dari KA Jabotabek. Tokaido Shinkansen pun telah mengangkut 4,5 miliar orang, lebih banyak dari akumulasi penumpang KA supercepat di seluruh dunia.

Shinkansen memang mumpuni. Hasil riset Japan Railway Central memamerkan keunggulan Tokaido Shinkansen untuk jarak di bawah 750 km, dibandingkan dengan pesawat. Karena Jakarta-Surabaya berjarak 683 km, kiranya Shinkansen juga lebih unggul.

Contohnya, apabila lama perjalanan Shinkansen dari Tokyo-Osaka (552,6 km) adalah 2 jam 25 menit, ternyata total perjalanan pesawat adalah 2 jam 30 menit. Terbang dari Tokyo-Osaka memang hanya satu jam, tetapi dari pusat kota ke bandara dan proses check-in butuh waktu satu jam 30 menit.

Hasrat PT Inka

Produsen kereta, PT Industri Kereta Api (Inka), pun getol mempromosikan Shinkansen. Inka seolah mengingatkan, KA jarak jauh hanya diminati bila waktu tempuhnya kian singkat.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.