Jangan Mudah Terpancing Gosip

Kompas.com - 17/05/2010, 12:47 WIB
EditorNadia Felicia

KOMPAS.com - Gosip dapat diartikan sebagai kabarn burung, membicarakan seseorang dan biasanya penuh sensasi atau menyangkut hal prbadi. Jika Anda yang bergosip, tentunya tak ada masalah. Coba balikkan situasinya, Anda yang digosipkan. Rasanya telinga berdengung sepanjang hari, hati mencelus tak menduga orang-orang di sekitar akan membicarakan Anda seperti itu. Kabar buruknya, hampir semua tempat kerja pasti dibumbui oleh gosip dan dihuni oleh Si Penggosip.

Kalau isu yang tersebar masih dalam skala biasa-biasa saja, mungkin Anda masih bisa menanggapinya lalu. Lain halnya jika sudah menyentuh ranah profesional, seperti masa depan karier, yang ini harus segera dihadapi. Caranya? Simak tip berikut ini:

Hindari Bicara Masalah Personal

Pepatah mengatakan, ketika Anda bercerita mengenai masalah pribadi kepada orang lain, hanya ada 2 reaksi jujur dalam hatinya. Pertama, orang tadi akan merasa bersyukur karena dia tidak memiliki masalah Anda. Kedua, senang karena Anda mempunyai masalah tadi. Bukan berarti Anda tak boleh mencurahkan isi hati. Tapi, sebaiknya, pilihlah orang yang benar-benar dekat dengan Anda untuk curhat, bukan dengan orang yang dekat karena setiap hari Anda memang harus bertemu dengannya, semisal rekan kerja.

Dengan membuka diri mengenai masalah pribadi, orang lain akan tahu atau malah sok tahu dengan diri Anda lalu membuat penilaian di luar dugaan. Selanjutnya, gosip pun menyebar.

Ya, sekalipun Anda meminta teman kerja berjanji untuk merahasiakan obrolan, bukan berarti ia akan menepati janjinya. Mulai sekarang, pintar-pintarlah memilih topik pembicaraan. Tapi, jangan juga menjadi antipati terlebih dulu dengan teman kerja. Komunikasi yang lancar bersama rekan kerja sangatlah diperlukan.

Konfrontasi Langsung
Gosip di kantor tentang Anda sudah keterlaluan? Sudah saatnya memainkan pion terakhir, yaitu konfrontasi orang yang menyebarkan gosip. Dalam melakukan hal ini, jangan terburu percaya si A bilang ini dan Si B bilang itu karena gosip adalah produk distorsi komunikasi.

Lakukan investigasi kecil-kecilan hingga pencetus pertama kabar burung diketahui hingga kabar yang sampai bukan yang sudah dibumbui macam-macam. Caranya? Bersihkan pikrian dan berpikirlah secara dingin sehingga semua jelas.

Ketika berhadapan dengan penyebar isu, jangan sampai terlihat bodoh. Tenang dan percaya diri, lakukan kontak mata langsung, bicara dengan tegas, sudah cukup untuk mematikan si penggosip.

Asah Citra Diri
Jangan pernah mengeluh, memang banyak gunanya, termasuk pada teman kantor. Buatlah citra diri sebagai pribadi tangguh. Yang sanggup menjalankan prinsip bekerja keras namun mampu beradaptasi dengan politik kantor (termasuk gosip).

Jika sampai Anda digosipkan, jangan terburu panik atau marah. Dengarkan baik-baik dan tanggapi dengan cara yang elegan dan argumen yang kuat untuk menyangkalnya. Selama masih gosip, yang kebenarannya diragukan, buat apa membuang energi dengan marah apalagi menyimpan dendam.

Dekati Si Penggosip
Memutuskan hubungan dengan penyebar gosip? Salah besar. Malah, Anda harus mendekati mereka atau tepatnya menjaga hubungan baik dengan mereka. Setidaknya, sesekali luangkan waktu makan siang bersama mereka.

Halaman:
Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X