Rekan Kerja Bisa Membunuh Karier Anda

Kompas.com - 31/08/2010, 15:41 WIB
EditorNadia Felicia

KOMPAS.com - Anda mungkin pernah mengikuti atau pernah mendengar mengenai outbond perusahaan. Intinya untuk membangun team work dan bonding antara karyawan. Harapannya, dengan makin erat kedekatan antara karyawan, akan tercipta produktivitas, moral tim, dan kepuasan kinerja para karyawan. Persahabatan seharusnya bisa membantu memberikan dorongan, rasa kebersamaan, dan nampaknya memang bisa membantu pekerjaan berjalan lebih baik. Nyatanya, di balik itu semua, Anda tak bisa menyamakan kedekatan dengan teman kerja dengan pertemanan Anda dengan sahabat sejak kecil. Persahabatan dengan rekan di kantor harus ditangani dengan hati-hati, karena ini akan mencampur antara kehidupan personal dan profesional seseorang.

Irene Levine, psikiater di New York University mengatakan, persahabatan di tempat kerja bagai pedang bermata dua. "Persahabatan tersebut bisa berjalan dengan baik atau buruk tergantung dari masing-masing individu dan peran mereka. Kedekatan dengan teman kerja bisa mendorong kreativitas dan kepuasan kerja, namun tetap harus dijaga waspada. Beberapa persahabatan bisa berantakan dan akan sulit untuk Anda menghadapi 'mantan teman' di lorong kantor," begitu ujarnya.

Dengan siapa Anda berteman pun akan memengaruhi penilaian atasan dan rekan kerja terhadap Anda, ujar Helen Cooke, pemilik Cooke Consulting, firma sumber daya manusia dan pengembangan organisasi. Ternyata, selain kepribadian, kita juga dinilai lewat tipe orang-orang yang ada di dekat kita juga.

Ada banyak hal  yang bisa menjatuhkan seseorang dari pertemanan. Namun, kita masih bisa mengeruk keuntungan dari pertemanan tadi tanpa harus takut karier kita rusak karenanya. Berikut adalah cara menetapkan batasan untuk pertemanan di tempat kerja:

Berjaga-jaga sejak awal
Anda baru kenal dengan si anak baru. Senda yang terjadi begitu cair. Candanya pun mengalir begitu saja. Hm, hati-hati, Anda akan mudah tergoda untuk menceritakan tentang masalah pribadi. Jangan terlalu cepat berbagi informasi personal Anda seketika itu juga. Waspadalah dengan siapa Anda berbagi cerita pribadi. Jangan terlalu mudah berbagi hal-hal semacam itu. Anda harus memberi waktu yang cukup untuk membangun rasa percaya kepada si dia dan untuk saling mengenal kepribadian. Coba pergi makan siang bersama dulu sambil bicarakan hal-hal yang umum baru pergi hang out bersama.

Minimalisir acara sosialisasi di dalam kantor
Masih wajar jika Anda dan teman di kantor itu pergi makan siang bersama, duduk bersebelahan saat rapat, atau pergi minum kopi bersama sesekali, namun, jangan habiskan berjam-jam di kubikelnya sambil bergosip.

"Jika pertemanan terlalu cair, bisa-bisa terlibat drama kantor, misal; cinta lokasi, bos galak, atau bikin geng memusuhi rekan kerja lain. Hal-hal negatif semacam ini bisa menurunkan produktivitas," terang Susan Shapiro Barash, penulis Toxic Friends: The Antidote for Women Stuck in Complicated Friendships.

Pertemanan di kantor seharusnya cukup sebagai penyeimbang saja. Untuk menjaga pertemanan semacam ini, ada baiknya untuk menjaganya low profile saat di kantor. Untuk urusan acara pribadi dengan si teman, lakukan di luar jam kantor dan di luar lingkungan kerja. Ini akan mencegah tuduhan bahwa Anda terlalu sering bersosialisasi ketika di dalam kantor karena ini akan merefleksikan produktivitas Anda. Disarankan untuk melanjutkan hubungan pertemanan atau urusan di luar urusan kantor di luar lingkungan kerja.

Hati-hati melaporkan hubungan
Jika Anda merasa atasan Anda adalah sahabat terbaik, ingat; ketika ada laporan mengenai hubungan antara dua individu, penting untuk membangun batasan yang disepakati bersama agar yang lainnya tidak merasa ada perlakuan khusus atau ketidakadilan dari si atasan.

Meski bos Anda adalah sahabat terbaik Anda, bukan berarti Anda bisa menyombongkan kedekatan ini di kantor. Ketika menyangkut promosi, Anda tak ingin kan rekan kerja lain berpikir bahwa karier Anda bisa naik karena pertemanan dengan bos?

Lain lagi jika Anda punya teman yang setara. Awalnya berteman seangkat, kemudian salah satu dari kalian dapat promosi, maka batasan baru pun harus mulai dipasang. Misal, Anda dan rekan kerja berada dalam grup yang berisi 5 orang yang saling dekat. Tiba-tiba Anda mendapat promosi dan naik ke jabatan yang lebih tinggi. Anda sudah tak bisa lagi komplain mengenai cara kerja anggota grup tadi ke anggota lainnya, meski itu cara Anda sebelum dipromosi. Karena ini akan menyakiti pertemanan Anda, termasuk reputasi Anda. Jangan lupa, fokus utama Anda adalah pekerjaan, artinya, Anda harus mematok batasan dengan rekan kerja Anda mengenai seberapa banyak waktu yang bisa Anda lewatkan untuk saling bercanda dan banyaknya ungkap pikiran yang ditukar.

Anda pun mesti menghormati batasan yang diberikan oleh rekan kerja Anda. Meski hal itu terlontar secara eksplisit. Misal, saat Anda sedang bercerita tentang kencan Anda semalam, dan si teman Anda itu tiba-tiba mematikan monitor sambil melihat jam tangan. Itu tanda-tanda bahwa ia tak ingin tahu mengenai hal pribadi Anda.

Punya pengalaman bagaimana teman kerja membuat kinerja tidak produktif atau merusak karier dan cara Anda mengatasinya?

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X