Mencari Sel Kanker dengan Tes Papsmear - Kompas.com

Mencari Sel Kanker dengan Tes Papsmear

Kompas.com - 11/01/2013, 11:27 WIB

Kompas.com - Tes papsmear selama ini lebih dikenal sebagai metode deteksi dini untuk menemukan sel prakanker penyebab kanker leher rahim. Kini para ilmuwan berusaha memperluas fungsi tes tersebut untuk mendeteksi kanker ovarium.

Serpihan sel-sel tumor ternyata bisa ditemukan di ovarium (indung telur), lapisan rahim, atau turun ke leher rahim. Seperti diketahui tes papsmear dilakukan dengan mengambil usapan lendir leher rahim.

Sel tumor tersebut memang sulit dikenali di bawah mikroskop. Tetapi para ilmuwan dari Johns Hopkins University menggunakan tes DNA yang canggih untuk meneliti hasil contoh usapan papsmear untuk mencari mutasi gen yang merupakan tanda keberadaan kanker.

Dalam sebuah studi awal, tim peneliti menganalisa papsmear dari 46 wanita yang sudah mendapat diagnosa kanker endometriosis atau ovarium. Dalam teknik terbaru ini diketahui sel kanker endometriosis dan 41 persen tumor ovarium.

Memang riset tersebut masih sangat awal, sehingga para wanita yang secara rutin melakukan tes papsmear agar tidak berharap banyak dulu. Masih diperlukan riset-riset lanjutan untuk membuktikan kalau tes yang disebut dengan PapGene itu secara teknik memang bisa menjadi alat skrining kanker.

Menurut Dr.Luis Diaz, ahli kanker dari Johns Hopkins University, saat ini timnya sedang mengumpulkan ribuan contoh papsmear untuk diujicoba dan diteliti apakah bisa dipakai untuk mendeteksi kanker ovarium.

"Kalau pun tes tersebut tidak bisa mendeteksi, kelebihan utama dari tes ini adalah pasien tidak akan merasakan hal yang berbeda," kata Diaz.

Dengan PapGene ini, metode pengambilan sampel cairan serviks tetap sama namun perbedaan hanya pada saat penelitian di laboratorium.

Meski pengembangan tes tersebut disambut positif, namun para ahli mengungkapkan bahwa kanker ovarium lebih sulit dideteksi di stadium awal. "Jika skrining tes ini bisa menemukan kanker ovarium di stadium awal ini sangat berpengaruh pada harapan hidup pasien," kata Dr.Shannon Westin dari University of Texas MD Anderson Cancer Center.

 


EditorLusia Kus Anna

Terkini Lainnya

Sabun Mandi dengan Efek Relaksasi dari The Body Shop

Sabun Mandi dengan Efek Relaksasi dari The Body Shop

Feel Good
Kanye West Sebut Yeezy Lebih Unggul Ketimbang Jordan

Kanye West Sebut Yeezy Lebih Unggul Ketimbang Jordan

Look Good
Rasakan, Manfaat Tak Terduga dari 'Baking Soda'

Rasakan, Manfaat Tak Terduga dari "Baking Soda"

Eat Good
Jenis Olahraga Anak Sesuai Usia dan Perkembangannya

Jenis Olahraga Anak Sesuai Usia dan Perkembangannya

Feel Good
Mana yang Lebih Bahaya: Kebanyakan Gula atau Garam?

Mana yang Lebih Bahaya: Kebanyakan Gula atau Garam?

Eat Good
6 Produk Skincare Organik Terbaru di Skin Dewi

6 Produk Skincare Organik Terbaru di Skin Dewi

Look Good
 Mengenali Rasa Lapar yang Timbul karena Emosi

Mengenali Rasa Lapar yang Timbul karena Emosi

Feel Good
Memilih Lipstik Matte yang Teksturnya Tak Bikin Bibir Kering

Memilih Lipstik Matte yang Teksturnya Tak Bikin Bibir Kering

Look Good
Memahami Beda Produk Natural dan Organik 'Skincare'

Memahami Beda Produk Natural dan Organik "Skincare"

Look Good
Bersepeda Lebih Jauh dan Lebih Cepat dengan Mudah

Bersepeda Lebih Jauh dan Lebih Cepat dengan Mudah

Feel Good
C&F Kembali Gelar Pesta Diskon Parfum

C&F Kembali Gelar Pesta Diskon Parfum

Look Good
6 Cara agar Si Kecil Suka Olahraga

6 Cara agar Si Kecil Suka Olahraga

Feel Good
Punya Genetik Kanker, Melly Goeslaw Rajin 'Check Up'

Punya Genetik Kanker, Melly Goeslaw Rajin "Check Up"

Feel Good
Punya Bibir Pucat, Lipstik 'Hal' Wajib untuk Bunga Citra Lestari

Punya Bibir Pucat, Lipstik "Hal" Wajib untuk Bunga Citra Lestari

Look Good
Apa yang Dicari Para Lajang Saat Memilih Jodoh

Apa yang Dicari Para Lajang Saat Memilih Jodoh

Feel Good
Close Ads X