Kompas.com - 14/08/2013, 13:22 WIB
Bau mulut bisa menggagalkan peluang untuk kencan kedua. JUSTJAREDBau mulut bisa menggagalkan peluang untuk kencan kedua.
|
EditorFelicitas Harmandini

KOMPAS.com – Banyak alasan mengapa kencan kedua bisa gagal. Antara lain karena tidak tercipta chemistry saat kencan pertama, dan yang paling sering terjadi adalah ilfil akibat bau mulut.

Survei dari sebuah perusahaan rokok mengungkapkan, sekitar 67 persen pasangan kencan tidak akan merencanakan kencan kedua jika pada kencan pertama mendapati pasangan kencannya mempunyai masalah bau mulut. Sementara, 59 persen lainnya mengatakan kencan kedua tak akan dilakukan jika pada kencan pertama salah satu pihak membicarakan tentang mantan kekasihnya.

Bersikap kasar juga bisa mematikan keinignan untuk kencan kedua, menurut 48 persen responden. Sedangkan 38 persen lainnya mengatakan perut kembung bisa mematikan keinginan untuk kencan kedua.

Berkaitan dengan faktor "mematikan" pertama untuk peluang kencan kedua, yaitu bau mulut, mengapa mereka yang menjalani kencan pertama tidak menyikat gigi, atau setidaknya berkumur terlebih dahulu sebelum berkencan? Soalnya, 87 persen perempuan dan 33 persen pria mengaku tidak akan merancang kencan selanjutnya jika si pria memiliki bau mulut. Karena, hal ini berarti pasangan kencan tidak memedulikan higienitas pribadi.

Masalah bau mulut juga tidak hanya terjadi saat kencan. Dalam hubungan pertemanan juga diketahui, 66 persen perempuan tidak akan memberitahu teman mereka yang memiliki masalah bau mulut karena biasanya pertemanan akan menjadi buruk. Di lingkungan pekerjaan, 15 persen atasan mempunyai masalah bau mulut, tetapi tidak ada satu pun karyawan yang berani menegur atau memberitahu secara langsung. Sementara, 74 persen akan menghindari rekan kerja yang diketahui memiliki nafas berbau.

Dalam hubungan percintaan, kesegaran bau mulut sangat penting karena hal itu menyangkut interaksi perbincangan Anda berdua. Jika pria memiliki bau mulut, banyak wanita yang ilfil. Namun, banyak juga perempuan yang bersedia berkencan lagi dengan si pria. Bagi mereka, kepribadian si pasangan lebih penting diutamakan ketimbang sekadar bau mulutnya.

"Penelitian ini jelas menunjukkan bahwa bau mulut dapat mengendalikan semua bidang kehidupan kita, entah itu dari hubungan romantis, persahabatan, dan bahkan dalam bidang pekerjaan,” ujar Neo, Direktur Estee Oren, yang menggelar survei ini.

"Bau mulut tampaknya menjadi hal terbesar yang dapat menghambat kehidupan cinta Anda. Karena, interaksi harus dilakukan dengan berbincang untuk mengenal satu sama lain,” imbuhnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X