Belajar Menolak Putus Asa dari 1.000 Kisah Titik Balik

Kompas.com - 05/12/2013, 15:49 WIB
shutterstock
|
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com — Inspirasi dan semangat untuk terus maju bisa datang dari mana saja, termasuk dari pengalaman orang lain yang pernah mengalami suatu peristiwa yang sulit. Melalui kampanye Titik Balik yang digagas perusahaan asuransi Manulife, terkumpul lebih dari 1.000 kisah nyata perjuangan hidup yang bisa kita jadikan cermin dan semangat untuk memiliki semangat yang sama.

Lebih dari 1.000 kisah inspiratif yang dikumpulkan sejak bulan September - November 2013 tersebut menunjukkan bahwa sesulit apa pun tantangan yang dihadapi, kita harus bangkit dan pantang berputus asa. Kisah-kisah titik balik tersebut telah menjadi bukti bahwa tak ada yang tak mungkin untuk mengubah jalan hidup kita.

"Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Dari kisah-kisah nyata ini bisa diambil benang merah bahwa ada dua hal yang sering menjadi masalah masyarakat Indonesia, yakni biaya kesehatan dan pendidikan," kata Nelly Husnayati, Vice President Director & Chief Agency PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, dalam acara penutupan kampanye Titik Balik di Jakarta (5/12/2013).

Ditambahkan oleh Alexander Sriewijono, psikolog yang terlibat dalam kampanye ini, kisah-kisah yang terkumpul itu bukanlah sekadar kisah mengasihani diri sendiri, tetapi kisah yang bisa membuat orang lain terinspirasi atau mendapatkan sesuatu.

"Meski cerita-cerita tersebut bukan cerita teman kita, tapi kita bisa merasakan energinya. Kita bisa merasakan apa yang pernah ditangisi atau diteriakkan para penulis cerita itu ketika mereka  frustrasi dalam masalahnya," kata Alex.

Alex menambahkan, setiap hal yang terjadi dalam hidup kita memiliki energi. Yang menjadikan energi itu positif atau negatif adalah reaksi kita sendiri. "Yang penting bukan apa yang terjadi, tapi bagaimana kita bereaksi. Biasanya mungkin kita hanya menyalahkan keadaan, tapi orang-orang yang berbagi kisah ini telah membuat reaksi yang positif akan kondisi mereka yang sedang terpuruk," urainya.

Dari sekitar 1.000 kisah yang dimasukkan dalam situs Fan Page Manulife di Facebook, terpilih tiga kisah hidup yang dianggap paling menginspirasi, yakni kisah yang ditulis oleh Nining Warningsih, Harbi Hanif, dan Gracie Melia Christanto. Nining dan Harbi berjuang keras untuk keluar dari kesulitan ekonomi demi menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan keyakinan akan masa depan keluarga yang baik.

Sementara itu, Gracie menceritakan titik balik yang terjadi dalam hidupnya ketika ia harus menerima kenyataan putri pertamanya menderita gangguan kesehatan serius akibat virus rubella sehingga mengalami gangguan pada motorik kasar dan juga motorik halus. Namun, ia tidak meratapi nasibnya. Ia bangkit dan merawat buah hatinya sehingga di usianya yang ke-18 bulan putri kecilnya itu sudah banyak mengalami perkembangan.

Menurut Felicia Gunawan, Head Corporate Communiation and Public Relation PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, ketiga kisah tersebut memenuhi kriteria adanya unsur titik balik, semangat juang untuk terus maju serta adanya kemampuan untuk bangkit di saat hidup berada dalam titik terendah.


Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X