Postur yang Tepat Untuk Meditasi - Kompas.com

Postur yang Tepat Untuk Meditasi

Kompas.com - 20/06/2015, 09:45 WIB
Shutterstock Ilustrasi

KOMPAS.com - Meditasi memperbaiki respon fisik dan emosional terhadap studi. Penurunan stres nampaknya bisa menjadi faktor kunci atas efek dari meditasi terhadap kesehatan. Agar efek positif dapat diperoleh, perhatikan postur tubuh yang tepat ketika melakukan meditasi. 

Meditasi memberikan rasa tenang, damai, dan seimbang, yang bermanfaat bagi kesehatan emosional dan keseluruhan. Manfaat ini, seperti dijelaskan dalam Mayo Clinic, tidak berakhir ketika sesi meditasi usai. Meditasi membantu membawa diri Anda menjadi lebih tenang sepanjang hari dan memperbaiki sejumlah kondisi medis. 

Menyisipkan waktu untuk bermeditasi secara rutin sangat dianjurkan. Anda bisa melakukannya di mana saja, selama tempat yang digunakan cukup tenang dan tidak ada gangguan. 

Untuk melakukan meditasi, ada sejumlah postur yang dapat dipilih. Tetapi ada postur meditasi yang seringkali terlihat serupa. Alasannya tak lain karena ada beberapa elemen dasar dari postur meditasi yang dapat membantu menenangkan pikiran dan menyelaraskan tubuh. 

Seperti disebutkan dalam Yoga Journal, ada tujuh titik postur yang perlu diperhatikan saat melakukan meditasi. 

Titik pertama: duduk. Ada enam variasi duduk untuk melakukan meditasi yaitu quarter lotus, half lotus, full lotus, burmese, seiza, dan duduk di kursi. Lima yang pertama duduk di lantai sambil menyilangkan kaki dan bisa dengan bantuan bantal penyangga. 

Pada quarter lotus, Anda bisa duduk di bantal untuk meditasi dengan kaki disilangkan secara longgar. Kedua kaki ditempatkan di bawah lutut atau paha yang berlawanan. Untuk half lotus, kaki disilangkan dengan satu kaki berada di atas paha yang berlawanan. Sementara kaki yang lain berada di bawah lutut atau paha yang berlawanan. 

Full lotus dilakukan dengan menyilangkan kaki dan keduanya berada di atas paha yang berlawanan dalam posisi Padmasana. Untuk burmese, kalau tidak dapat duduk dengan menyilangkan kedua kaki, Anda bisa duduk dengan kedua kaki bersila dalam posisi rilek. 

Postur seiza dilakukan dengan posisi berlutut dan menyelipkan bantal penyangga atau alat bantu yoga di antara betis dan paha belakang. Dan bila melakukan di kursi, pastikan agar posisi duduk jauh dari sandaran dan jejakkan kaki di lantai dengan kuat sambil menyejajarkan pinggul dan lutut. 

Titik kedua: panjangkan tulang belakang. Ketika sudah dalam posisi duduk, panjangkan tulang belakang seperti ada yang menarik tubuh ke atas. 

Titik ketiga: istirahatkan lengan. Kedua telapak tangan dapat diletakkan di atas pangkuan atau paha Anda. Alternatif lainnya, posisikan tangan kanan di atas tangan kiri dengan kedua ibu jari sedikit bersentuhan dan letakkan di pangkuan di atas pusar. Posisi ini akan menciptakan lebih banyak panas serta energi dalam tubuh yang sangat berguna bila Anda sedang mengantuk. 

Titik keempat: bahu rilek. Otot bahu dan punggung dibuat rilek. Hanya, pastikan untuk mendorong bahu sedikit ke belakang sehingga tubuh bagian depan menjadi terbuka dan secara bersamaan membuat punggung menjadi kuat. 

Titik kelima: sedikit menurunkan dagu. Pastikan untuk tidak menurunkan terlalu jauh yang membuat Anda dapat langsung melihat ke bawah. Tetapi juga upayakan agar kepala tidak terlalu terangkat ke atas yang dapat membuat Anda lelah. 

Titik keenam: membuka rahang. Otot wajah dibuat rilek sehingga rahang seperti tergantung terbuka. Letakkan lidah ke langit-langit mulut yang memungkinkan Anda bernapas lebih terbuka dan memperlambat proses menelan yang pada saat itu bisa membuat perhatian Anda teralihkan. 

Titik ketujuh: istirahatkan pandangan. Meditasi dapat dilakukan dengan membuka mata. Tetapi kalau tidak mampu melakukan meditasi dengan mata terbuka, Anda bisa memejamkannya. 

Bila Anda dapat membentuk postur meditasi dengan benar, akan lebih mudah untuk mengistirahatkan pikiran serta terhubung dengan obyek meditasi Anda.


EditorLusia Kus Anna

Close Ads X