Warna Urat Nadi Bisa Jadi Penentu "Mood" Berbusana

Kompas.com - 27/06/2015, 18:09 WIB
KOMPAS.com/ ALVIN DWIPAYANA Merayakan inspirasi kecantikan wanita Indonesia dalam acara Three Days to #StartAGoodThing di The Hall, Senayan City, Jakarta Wardah Cosmetics menghadirkan Dewi Sandra sebagai brand ambassador, Carolina Septerita (Penata rias dan penulis buku Beauty Book: Eyes), Andini Aska Dwiani Puri (Brand Development Wardah Cosmetics) dan Rosdiana Setyaningrum (Psikolog).


KOMPAS.com –
 Wardah Cosmetics tepat memasuki usia yang ke-20 bulan Juni 2015 ini. Merayakan inspirasi kecantikan wanita Indonesia, digelarlah acara "Three Days to #StartAGoodThing" berlokasi di The Hall, Senayan City, Jakarta dengan menghadirkan beberapa brand ambassador Wardah Cosmetics, pakar dunia kecantikan dan psikologi, hingga deretan wanita inspiratif Indonesia.

Dalam sesi peluncuran buku "Color Therapy: Your Beauty Secret" dan "Beauty Book: Eyes" pada Jumat (26/5/2015) lalu, Dewi Sandra yang didaulat menjadi brand ambassador Wardah Cosmetics sejak tahun 2013 hadir bersama dengan seorang psikolog,  Rosdiana Setyaningrum.

Pada kesempatan ini juga tema tentang psikologi warna yang berhubungan dengan kepribadian menjadi topik menarik dalam acara siang hari itu. "Secara tidak sadar, kita sebagai manusia memang memilih warna yang sesuai dengan kepribadian diri kita masing-masing. Padahal bisa dibalik kalau deretan warnalah yang baiknya membentuk kepribadian atau mood kita," jelas Rosdiana.

Jika ditanya pada brand ambassador Wardah Cosmetics, Dewi Sandra, tentang warna kegemarannya, dirinya pun menjawab,"Saya suka segala jenis warna sebenarnya. Memang, hitam adalah warna yang seolah tak pernah salah saat dikenakan. Untuk sehari-hari dan ketika berada di atas panggung, saya banyak menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. Kalau untuk warna riasan, saya lebih cenderung menyukai nuansa natural yang tidak terlalu mencolok."

Tidak selalu mengikuti mood hati saat memilih warna terutama pada busana, ternyata juga disarankan oleh Rosdiana. "Biasanya warna busana pertama yang kita pilih dalam lemari pakaian memang mencerminkan suasana hati saat itu. Namun ada baiknya tidak selalu diikuti, karena misalnya pada satu hari kita sedang sendu, warna-warna bernuansa sandy dan dull itulah yang tidak sengaja kita pilih hingga dapat berpotensi menurunkan mood dan suasana hati," jelas Rosdiana. "Coba untuk melihat warna urat nadi di tangan kiri sebelum menentukan nuansa busana apa yang akan Anda kenakan pada hari itu. Ada dua kecenderungan nuansa warna, yaitu nuansa dingin kebiruan yang lebih cool atau nuansa hangat merah ke arah oranye yang lebih warm," tambah sang psikolog. Menurut Rosdiana juga, ada baiknya mengetahui psikologi dasar pada nuansa warna saat memilih tampilan, seperti nuansa hitam yang melambangkan pengetahuan, kuning yang berarti memberi inspirasi, merah yang cukup memberi energi dan pink yang tentunya melambangkan cinta.

Dewi Sandra yang dalam kesempatan ini hadir dengan mengenakan nuansa merah muda kehijauan pada busananya juga memberi tips agar tetap jujur dengan diri sendiri dan tidak memaksakan sesuatu yang akhirnya membuat jadi tidak percaya diri dan jauh dari hal-hal bersifat positif. "Sehingga saat mengombinasikan nuansa warna yang tepat dan mencari apa yang cocok dengan karakter diri kita itu bukan merupakan hal sepele dan cukup penting," tutup Dewi.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


EditorAlvin Dwipayana
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X