Ketika Sesama Pasien Hepatitis C Saling Bantu Melawan Penyakitnya

Kompas.com - 22/12/2015, 09:23 WIB
Ilustrasi Thinkstock.comIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

"Obat-obatan ini sebenarnya sudah tersedia di salah satu rumah sakit di Jakarta, yakni Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo, namun harganya masih mahal, kurang lebih Rp 3-4 jutaan per botol," ujarnya.

Terapi pengobatan hepatitis dengan Sofosbuvir atau dengan Ribavirin bisa memakan waktu 3-6 bulan, sedangkan kombinasi obat terbaru (Sofosbuvir dengan Ledipasvir) hanya berkisar 3 bulan.

Namun, untuk mendapat obat-obatan ini, menurut Aditya, pasien harus melakukan serangkaian tahapan. Pasien harus menghubungi IAC, baik melalui Facebook maupun WhatsApp.

Selanjutnya pasien juga perlu tes laboratorium untuk melihat sudah sejauh mana hepatitis C berkembang, baru setelah itu akan diberikan resep dokter.

Pasien lalu akan diminta untuk mengirim dokumen serta resep tersebut ke IAC dan menyelesaikan transfer biaya yang harus dikeluarkan. "Terakhir IAC akan mengontak jejaring di India untuk mengirim obat tersebut ke pasien,” paparnya.

Meskipun obat ini belum mendapat izin edar dari BPOM, menurut Aditya, cara ini tetap legal asal hanya digunakan secara pribadi.

“Sebenarnya cara ini tidak illegal karena tidak ada yang dilanggar. Ini kan untuk konsumsi pribadi. Kalau dijual lagi ya jadi ilegal karena melanggar hak paten,” katanya.

Untuk memastikan obat ini tidak diperjualbelikan, setiap pasien wajib melakukan tes sebelum mendapatkan obat.

Protes

Sekitar 5 bulan lalu Koalisi Obat Murah pernah melayangkan protes atas ketersediaan obat hepatitis C, Sofosbuvir, di Indonesia kepada BPOM dan Kementerian Kesehatan.

Sebelumnya mereka juga membuat petisi di change.org yang meminta agar Sofosbuvir segera tersedia di Indonesia dan masuk Jaminan Kesehatan Nasional. (Gibran Linggau)

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X