Survei Ungkap 80 Persen Wanita Alami Pelecehan Seksual di Kantor

Kompas.com - 29/03/2017, 14:49 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
Editor Syafrina Syaaf

KOMPAS.com— Majalah gaya hidup wanita di AS, Redbook, merilis hasil survei yang dilakukan terhadap para pembaca wanita mengenai isu pelecehan seksual di kantor.

Lebih kurang 9.000 responden mengikuti survei tersebut dan mengungkapkan sebuah informasi yang mengejutkan sekaligus menyedihkan.

Responden berasal dari latarbelakang yang variatif dengan kisaran usia 20-an dan 30-an. Para responden juga bekerja di ragam posisi kerja, mulai dari manajerial, administrasi, dan bisnis.

Ternyata, 80 persen karyawan wanita mengalami pelecehan seksual di kantor.

Istilah pelecehan seksual kali pertama dipopulerkan oleh kelompok feminist di Cornell University pada tahun 1976 silam.

Pada tahun yang sama, Redbook pun mempublikasikan sebuah kenyataan bahwa banyak karyawan wanita mengalami pelecehan seksual di kantor. Artikel tersebut bertajuk Sex on The Job.

Hasil survei terbaru ini memperlihatkan bahwa jumlah pelecehan seksual di kantor pada tahun 2017 hanya berkurang sedikit sedari tahun 1976.

Tahun 1976 sebanyak 90 persen karyawan wanita mengungkapkan bahwa mereka sering mengalami pelecehan seks dan jender di tempat kerja.

Lebih kurang 64 persen responden mengaku bahwa mereka mengalami pelecehan seksual dari karyawan pria, mulai dari tatapan yang merendahkan (51 persen) hingga guyonan tidak pantas yang mengindikasikan sebuah hinaan (43 persen).

Kemudian, 34 persen responden juga melaporkan sering mengalami kondisi di mana karyawan pria memeluk, mencubit, dan menyentuh tangan tanpa izin.

“Aku bekerja di sebuah perusahaan media televisi. Aku acap kali berbusana santai, seperti jeans, sneakers, dan sweater. Suatu hari aku mengenakan atasan yang ternyata kurang panjang sehingga tidak menutupi bokongku,” ujar salah satu responden anonim.

“Seorang karyawan pria menghampiri dan menyentuh bokongku sembari mengatakan, aku terlihat bagus dan harus sering-sering berpakaian seksi,” imbuhnya.

Hanya empat persen responden yang mengungkapkan bahwa pujian dengan indikasi melecehakan itu membuat mereka percaya diri. Angka tersebut menurun drastis semenjak 1976 silam, di mana 15 persen wanita masih merasa tersipu-sipu dengan pelecehan yang dibungkus dengan pujian tidak pantas.

Mayoritas responden dari survei Redbook ini telah memiliki sikap dan menyebut bahwa perhatian tidak pantas dari karyawan pria merupakan pelecehan seksual yang tidak bisa dibiarkan.



Sumber Redbook
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X