Kompas.com - 23/06/2017, 19:11 WIB
Junior Rorimpandey atau lebih dikenal dengan chef Juna berpose di Restoran Correlate Kuningan, Jakarta, Rabu (21/6/2017). KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELJunior Rorimpandey atau lebih dikenal dengan chef Juna berpose di Restoran Correlate Kuningan, Jakarta, Rabu (21/6/2017).
|
EditorLusia Kus Anna

Sadar bahwa dirinya harus bertahan agar tetap memiliki bekal, Juna lantas bekerja serabutan dan rajin menyebarkan selebaran iklan ke setiap rumah-rumah yang berada di Houston Texas Amerika Serikat dengan kondisi daerah yang sangat panas.

Tak selang beberapa lama, Juna mendapatkan informasi dari temannya bahwa salah satu restoran Jepang bernama Miyako membutuhkan pelayan. Tak menunggu waktu lama, Juna pun memutuskan untuk melamar kerja sebagai pelayan dengan kondisi visa yang sudah habis masa berlakunya. Beruntung pemilik restoran mau menerimanya.

Gaji pertama yang diterima Juna adalah sebesar 1.000 Dollar AS per bulan, angka yang relatif kecil untuk tinggal di AS karena ia harus membayar sewa apartemen dan biaya makan.

"Saya cuma bisa simpan 150 atau 200 dollar untuk makan sebulan. Pertama jadi pelayan sebagai pekerja ilegal, kan saya tidak punya izin kerja, izin tinggal juga sudah habis setelah 6 bulan," terangnya.

Sebagai pelayan restoran, Juna mengaku memiliki banyak pengalaman tak terlupakan, salah satunya dimarahi manajer restoran karena ia tak sengaja menumpahkan minuman ke pakaian pelanggan.

Kejadian itu justru memacunya untuk serius mendalami teknik-teknik memasak. Kebetulan Juna ditawari sushi master restoran untuk mengikuti training sebagai pemasak, bukan sebagai pelayan.

"Saya tertarik hanya karena pekerjaan, karena tak mau jadi gelandangan. Apalagi ibu saya menelepon tidak bisa lagi mengirim uang dan minta saya pulang ke Indonesia," kenangnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat training memasak, Juna memulainya dari menjadi tukang mengupas dan memotong sayuran, hingga membersihkan panci yang berminyak. Lalu mulai training membuat nasi dan merebus udang, dari situ dirinya belajar dengan dibantu sushi chef.

"Memang tidak mudah, gimana caranya memasak nasi yang benar, gimana caranya memotong bahan makanan dengan ukuran yang konsisten, bagaimana mengupas kulit kentang agar tidak banyak termakan dagingnya. Kalau di Jepang butuh waktu bertahun-tahun untuk diizinkan sushi chef melakukan hal itu," katanya.

Berkat keuletannya, Juna lantas disponsori oleh restoran tempatnya bekerja untuk menjadi US Resident Green Card Holder dan diberikan kesempatan bekerja selama 5 tahun di restoran tersebut. Tak heran jika dirinya kini dikenal piawai mengolah berbagai masakan Jepang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.