Kompas.com - 19/07/2017, 16:00 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Menyebarkan sebuah informasi kini bisa dilakukan lewat ujung jari. Sayangnya, tak semua orang bisa mengenali mana informasi atau berita yang benar atau bohong (hoax).

Salah satu informasi hoax yang sempat membuat resah di Indonesia antara lain kabar tentang masuknya 10 juta tenaga kerja asal China ke Indonesia, atau Disneyland akan dibangun di Boyolali.

Dibandingkan berita yang berdasar fakta, informasi bohong dengan judul-judul yang bombastis memang dengan cepat menjadi viral. Harian The New York Times menyebutnya sebagai "virus digital".

Keterbatasan rentang perhatian manusia ditambah dengan informasi yang sangat deras di media sosial dianggap menjadi penyebab hoax gampang menyebar.

Penelitian menyebutkan, seseorang cenderung melihat "bias informasi" dan hanya menaruh perhatian, serta menyebarkan informasi yang sesuai dengan kepercayaannya. Bahkan meski informasi tersebut palsu.

Penjelasan lain mengenai fenomena hoax ini menyatakan bahwa banyak orang kurang peduli pada kredibilitas sumber berita. Apakah sebuah informasi berasal dari situs "abal-abal" atau yang memiliki kaidah jurnalistik.

Di lain pihak, saat mencari informasi online kita sering mendapatkannya dari teman. Karena kita cenderung percaya pada teman, saringan kognitif di otak kita menjadi lemah. Kita percaya begitu saja pada apa yang ia bagikan. Apalagi kalau teman tersebut selama ini kita kenal jujur maka kita merasa tak perlu memeriksa apakah informasi itu fakta atau palsu.

Ini sebabnya media sosial menjadi lahan yang subur untuk menyebarkan kabar bohong.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.