Kompas.com - 01/08/2017, 10:00 WIB
Masyarakat China sendiri dikenal dengan tradisi minum tehnya yang rumit. SHUTTERSTOCKMasyarakat China sendiri dikenal dengan tradisi minum tehnya yang rumit.
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Salah satu keinginan setiap orang adalah bisa tetap memiliki ingatan yang baik hingga hari tua. Namun, menjaga ingatan tak mudah. Resiko terkena demensia, kondisi hilang ingatan secara keseluruhan di usia lanjut masih besar.

Namun, ada sebuah cara yang mungkin bisa membantu Anda terhindar dari resiko demensia. Sebuah studi dari National University of Singapore menemukan minum teh bisa mengurangi risiko kerusakan kognitif sampai 50 persen. Penurunannya bahkan bisa mencapai 86 persen untuk orang dewasa yang memiliki resiko genetik penyakit Alzheimer.

Studi ini dilakukan pada 957 lansia etnis Cina berusia lebih dari 55 tahun. “Meskipun penelitian dilakukan pada lansia beretnis Cina, hasilnya juga bisa diterapkan pada etnis lain. Temuan kami memiliki implikasi penting untuk pencegahan demensia,” kata Feng Lei, peneliti.

Ia mengatakan, meskipun sudah ada uji coba obat berkualitas tinggi, terapi farmakologis yang efektif untuk gangguan saraf otak seperti demensia tetap sulit dipahami dan strategi pencegahan saat ini jauh dari memuaskan.

“Teh adalah salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Data dari penelitian kami menunjukkan bahwa gaya hidup sederhana dan murah seperti minum teh sehari-hari dapat mengurangi resiko seseorang terkena gangguan neurokognitif pada hari tua,” katanya.

Hasil penelitian ini dipublikasikan di Journal of Nutrition, Health & Aging. Responden memberikan informasi tentang jumlah teh yang mereka minum dari tahun 2003 sampai 2005. Para peneliti juga menilai fungsi kognitif mereka setiap dua tahun sampai tahun 2010.

Mereka juga mengumpulkan data tentang gaya hidup, kondisi medis, dan aktivitas fisik dan sosial. Feng mengatakan, manfaat jangka panjang tersebut didapat karena ada senyawa bioaktif pada daun teh, seperti katekin, theaflavin, thearubigins dan L-theanine.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Senyawa ini menunjukkan potensi anti-inflamasi dan antioksidan dan sifat bioaktif lainnya yang dapat melindungi otak dari kerusakan pembuluh darah dan neurodegenerasi,” kata Feng.

Namun, kata dia, pemahaman tentang mekanisme biologis secara rinci ini masih sangat terbatas, sehingga memerlukan lebih banyak penelitian untuk menemukan jawaban pasti.



Sumber Knowridge
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.