Patah Hati Bisa Memiliki Efek Seperti Serangan Jantung - Kompas.com

Patah Hati Bisa Memiliki Efek Seperti Serangan Jantung

Kompas.com - 14/12/2017, 16:27 WIB
IlustrasiThinkstock/KatarzynaBialasiewicz Ilustrasi

KOMPAS.com - Tidak selamanya setiap hubungan percintaan akan berada dalam fase yang menyenangkan. Setiap kisah cinta bisa juga diwarnai fase patah hati.

Nah, kabar buruknya, patah hati atau tekanan emosional yang parah dapat memicu kondisi serupa dengan serangan jantung, yang menimbulkan kerusakan jangka panjang pada jantung.

Takotsubo cardiomyopathy atau sindrom patah hati ini umumnya dipicu oleh pengalaman traumatis antara lain putus dengan pasangan. Dalam kondisi yang parah, otot jantung menjadi lemah dan tidak lagi berfungsi dengan baik.

Bila penelitian sebelumnya menyatakan bahwa kerusakan yang terjadi hanya bersifat sementara, hal tersebut kini dibantah oleh para ilmuwan di University of Aberdeen. Mereka menemukan fakta bahwa efeknya dapat bersifat permanen, seperti serangan jantung.

Dalam studi yang didanai oleh British Heart Foundation (BHF), tim dokter memeriksa 37 pasien Takostubo selama sekitar 2 tahun dengan menggunakan pemindaian ultrasound dan MRI.

Temuan yang dipresentasikan di American Heart Association Scientific Sessions di California ini mengungkapkan bahwa para partisipan memiliki kerusakan yang tidak dapat diobati pada jaringan otot jantung, karena berkurangnya elastisitas. Kurangnya elastisitas ini membuat jantung tidak berdetak secara maksimal.

Studi lain yang dilakukan oleh Harvard Medical Schoolmenyebutkan, lebih dari 90 persen pasien kasusTakotsubo yang dilaporkan adalah wanita berusia antara 58 dan 75 tahun.

"Takotsubo adalah penyakit yang dapat menyerang orang sehat dengan efek merusak," jelas Profesor Jeremy Pearson, associate medical director di BHF.

"Kami pernah mengira dampak dari penyakit yang mengancam jiwa ini bersifat sementara, tapi sekarang kami melihat bahwa efeknya terus mempengaruhi orang selama sisa hidup mereka," tambahnya.

Pearson menambahkan bahwa saat ini tidak ada perawatan jangka panjang untuk pasien "patah hati" ini karena petugas medis sebelumnya mengira semua penderita akan sembuh total.

"Penelitian baru ini menunjukkan ada efek jangka panjang pada kesehatan jantung, dan menyarankan agar kita merawat pasien dengan cara yang serupa dengan orang yang berisiko mengalami gagal jantung," pungkasnya.


EditorWisnubrata

Terkini Lainnya

7 Tips Berpakaian untuk Perempuan 'Size Plus'

7 Tips Berpakaian untuk Perempuan "Size Plus"

Look Good
5 Tanda Tak Sehat Penggunaan Instagram

5 Tanda Tak Sehat Penggunaan Instagram

Feel Good
Belajar dari Meghan Markle, Pahami Manfaat Yoga Saat Hamil

Belajar dari Meghan Markle, Pahami Manfaat Yoga Saat Hamil

Feel Good
Pangeran Harry Ungkap Ingin Bayi Laki-laki atau Perempuan

Pangeran Harry Ungkap Ingin Bayi Laki-laki atau Perempuan

Feel Good
David Beckham Akui Sulitnya Mempertahankan Rumah Tangga

David Beckham Akui Sulitnya Mempertahankan Rumah Tangga

Feel Good
Hindari 5 Kesalahan Umum Saat Mencuci 'Bra'

Hindari 5 Kesalahan Umum Saat Mencuci "Bra"

Look Good
Pengin Jadi Beauty Vlogger Sukses, Ini Tipsnya

Pengin Jadi Beauty Vlogger Sukses, Ini Tipsnya

BrandzView
Pangeran Harry Ungkap Perjuangannya Lawan Kesehatan Mental...

Pangeran Harry Ungkap Perjuangannya Lawan Kesehatan Mental...

Feel Good
Tips Relaksasi Setelah Hari Sibuk yang Panjang

Tips Relaksasi Setelah Hari Sibuk yang Panjang

Feel Good
Malas Olahraga Lebih Berbahaya daripada Merokok

Malas Olahraga Lebih Berbahaya daripada Merokok

Feel Good
5 Jenis Makanan yang Menjaga Umur Panjang

5 Jenis Makanan yang Menjaga Umur Panjang

Eat Good
Yuk, Bakar Kalori Lebih Banyak dengan 8 Kebiasaan Ini...

Yuk, Bakar Kalori Lebih Banyak dengan 8 Kebiasaan Ini...

Feel Good
Curhat Meghan Hidup Tanpa Media Sosial

Curhat Meghan Hidup Tanpa Media Sosial

Feel Good
Simak, 12 Tips 'Sederhana' demi Perut Rata

Simak, 12 Tips "Sederhana" demi Perut Rata

Feel Good
Pola Diet saat Sedang 'Cuti' Olahraga

Pola Diet saat Sedang "Cuti" Olahraga

Eat Good

Close Ads X