Tahun Ini Akan Digelar Miss Grand Indonesia Perdana - Kompas.com

Tahun Ini Akan Digelar Miss Grand Indonesia Perdana

Kompas.com - 29/01/2018, 18:16 WIB
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Wisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti, Miss Grand Indonesia 2017 Maria Jose Lora, President Miss Grand International Organization Mr Nawat Itsaragrisil, dan National Director Miss Grand Indonesia 2018 Dikna Faradiba (paling kiri ke kanan) di Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, Senin (29/1/2018).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Wisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti, Miss Grand Indonesia 2017 Maria Jose Lora, President Miss Grand International Organization Mr Nawat Itsaragrisil, dan National Director Miss Grand Indonesia 2018 Dikna Faradiba (paling kiri ke kanan) di Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, Senin (29/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk pertama kalinya, Indonesia akan menggelar pemilihan Miss Grand Indonesia 2018. Pemenang kontes kecantikan dan perdamaian tersebut nantinya berkesempatan mengikuti Miss Grand International.

"Perwakilan dari Indonesia pada Miss Grand International tahun-tahun sebelumnya memiliki kualitas yang baik. Saya memberi apresiasi yang besar," kata President Miss Grand International Organization Nawat Itsaragrisil pada acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Miss Grand International Organization dan Yayasan Dharma Gantari di Gedung Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, Senin (29/1/2018).

Adapun Yayasan Dharma Gantari merupakan pemegang lisensi Miss Grand Indonesia. Total, sudah ada 100 negara yang memegang lisensi tersebut.

"Dengan digelarnya Miss Grand Indonesia kami berharap bisa melahirkan lebih banyak talenta muda Indonesia," sambung Nawat.

Dibanding dengan kontes kecantikan lainnya, ajang Miss Grand International lebih fokus pada menghentikan perang dan kekerasan serta mempromosikan pariwisata.

"Kami bukan hanya kontes kecantikan yang menawarkan fun atau kontes memakai baju renang, tapi membawa perubahan bagi dunia," katanya.

Roadshow pemilihan Miss Grand Indonesia 2018 akan dilakukan di 18 kota di seluruh Indonesia mulai akhir Februari hingga April 2018. Audisi akan dimulai di Palembang pada 28 dan 29 Februari mendatang.

National Director Miss Grand Indonesia 2018, Dikna Faradiba berharap banyak perempuan muda yang berpartisipasi dalam kontes kecantikan tersebut.

Perempuan kelahiran 14 Desember 1993 ingin semakin banyak perempuan yang mendapat pengalaman untuk mengeksplorasi diri dan berkontribusi untuk negara, melalui kontes kecantikan.

Miss Grand International 2017 Maria Jose Lora pada acara penandatanganan MoU Miss Grand Internarional Organization dan Miss Grand Indonesia di Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, Senin (29/1/2018).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Miss Grand International 2017 Maria Jose Lora pada acara penandatanganan MoU Miss Grand Internarional Organization dan Miss Grand Indonesia di Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, Senin (29/1/2018).
Dikna pun mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk mengikuti kontes Miss Grand Indonesia.

"Pertama pegang licence saya tidak percaya. Dari sini saya bisa menunjukkan bahwa generasi muda bisa memberikan banyak hal-hal baik bagi negara. Usia muda bukan berarti tidak bisa memberikan apapun," kata Putri Pariwisata 2015 itu.

Secara luas, kontes ini juga diharapkan membawa dampak positif terhadap pengembangan pariwisata Indonesia. Khususnya pada promosi pariwisata.

"Salah satu putri Indonesia yang bersaing di Miss Grand International akan membawa nama baik Indonesia, akan turut mengangkat budaya Indonesia. Khususnya mempromosikan Indonesia," kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Wisata Nusantara, Esthy Reko Astuti.

Acara penandatanganan MoU turut dihadiri pula oleh Miss Grand International 2017, Maria Jose Lora.


EditorLusia Kus Anna

Close Ads X