Kompas.com - 18/02/2018, 14:44 WIB
Ilustrasi pexels.comIlustrasi

KOMPAS.com - Harus diakui media sosial bisa membuat kita kecanduan. Bahkan sebagian orang lebih banyak menghabiskan waktunya di dunia maya daripada dengan teman dan keluarga mereka. Kondisi itu juga disebut "pergeseran sosial" (social displacement).

Walau media sosial sering dituding sebagai penyebab banyak gangguan fungsi sosial, nyatanya menurut studi terbaru tidak ada kaitan antara penggunaan media sosial dan menurunnya interaksi sosial secara langsung, seperti tatap muka.

Peneliti dari University of Kansas melakukan dua penelitian yang menunjukkan pengguna media sosial tidak mengalami "pergeseran sosial" setelah menghabiskan waktu secara online.

“Namun itu bukan berarti terlalu banyak menggunakan media sosial itu bagus, hanya saja  tidak seburuk seperti yang dipikirkan orang,” ungkap rekan penulis Jeffrey Hall, yang temuannya dipublikasikan di jurnal Information, Communication & Society.

Pada studi pertama, Hall dan rekan-rekannya membandingkan data dari studi longitudinal tentang anak-anak muda Amerika Serikat antara tahun 2009 dan 2011, yang memiliki informasi mengenai penggunaan media sosial dan kontak sosial secara langsung.

Mereka tidak menemukan hubungan antara peningkatan penggunaan media sosial dan penurunan interaksi dunia nyata—seperti mengunjungi teman atau meninggalkan rumah untuk bertemu seseorang.

"Yang menarik adalah kecepatan adaptasi dan perubahan terkait media sosial tak membuat penurunan tiba-tiba dalam kontak sosial langsung dengan seseorang,” kata Hall.

Dia melanjutkan, kalau memang ada penurunan fungsi sosial, maka seseorang lebih jarang keluar rumah atau ngobrol di telepon, tapi nyatanya tidak.

Dalam studi kedua yang dilakukan pada tahun 2015, Hall melacak penggunaan media sosial dari 116 peserta—setengah di antaranya adalah mahasiswa, sementara separuh lainnya adalah orang dewasa.

Mereka menemukan bahwa penggunaan medsos yang tinggi tidak berpengaruh pada tingkat kontak sosial secara langsung dengan seseorang di kemudian hari.

"Jika mereka menggunakan media sosial saat memulai hari, mereka tidak akan sendirian setelah itu,” ujar Hall.

Karena itu, menurut Hall, entah saat ini atau nanti, penggunaan media sosial tidak mengindikasikan orang-orang tidak memiliki hubungan dekat dalam percakapan tatap muka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.