Kompas.com - 19/02/2018, 14:00 WIB
Sejumlah orang berkumpul saat digelarnya kegiatan doa bersama menyusul terjadinya insiden penembakan di SMA Marjory Stoneman Douglas, di Parkland, Florida, Amerika Serikat, Kamis (15/2/2018). Insiden yang terjadi pada Rabu, 14 Februari itu menewaskan 17 orang, dilakukan oleh Nikolaus Cruz (19) yang juga merupakan mantan murid sekolah tersebut. AFP PHOTO/RHONA WISESejumlah orang berkumpul saat digelarnya kegiatan doa bersama menyusul terjadinya insiden penembakan di SMA Marjory Stoneman Douglas, di Parkland, Florida, Amerika Serikat, Kamis (15/2/2018). Insiden yang terjadi pada Rabu, 14 Februari itu menewaskan 17 orang, dilakukan oleh Nikolaus Cruz (19) yang juga merupakan mantan murid sekolah tersebut.

KOMPAS.com - Kasus penembakan di Marjory Stoneman Douglas High School di Parkland, Amerika Serikat pada Rabu (14/1/2018), membuat produsen ransel anti-peluru untung. 

Para orangtua yang cemas dengan berulangnya peristiwa penembakan massal berupaya melindungi anak-anak mereka dengan perlengkapan antipeluru seperti rompi.

Bullet Blocker, produsen ransel anti-peluru yang berbasis di Massachusetts, dalam laporan TMZ, disebut mengalami peningkatan penjualan. Ransel antipeluru dengan rentang harga Rp 2,6 juta - Rp 6,5 juta mengalami peningkatan penjualan sebesar 30 persen sejak peristiwa penembakan tersebut.

Sehari setelahnya—Kamis—perusahaan menjual 500 ransel, kata pemilik Bullet Blocker, Joe Curran.

Lantas, apa hebatnya ransel anti-peluru ini? Memiliki berat sekitar 20,5 kg, ransel dilapisi dengan Kevlar, serat yang digunakan dalam rompi antipeluru yang umum Salah satu tipenya, BulletBlocker NIJ IIIA tersedia dalam tiga warna dan berisi panel anti-balistik dengan berat sekitar 20 ons.

Bullet Blocker diklaim mampu menghentikan peluru Magnum .357 dan .44, kemudian peluru kaliber 9 mm, hingga kaliber .45.

Dalam situsnya, Bullet Blocker menggambarkan Curran sebagai, “Ayah yang ingin melakukan semua yang dia bisa untuk melindungi kedua anaknya di bangku sekolah setelah menyaksikan peristiwa mengerikan di Virginia Tech.”

Curran juga disebut sebagai penemu pertama ransel anti peluru.

SUMBER: http://www.foxnews.com/lifestyle/2018/02/18/florida-school-shooting-prompts-bulletproof-backpack-sales-to-rise.html



Sumber FOXNews
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X