Kompas.com - 01/03/2018, 21:00 WIB
Ilustrasi cemas kitzcornerIlustrasi cemas

KOMPAS.com - Riset terbaru menunjukkan, anak perempuan yang mendapatkan menstruasi lebih awal cenderung mengalami masalah psikologis di masa dewasa.

Periset dari Cornell University melacak hampir 8.000 anak perempuan dari masa remaja sampai usia 20an, dan menemukan fakta ini.

Mereka yang memulai pubertas pada usia muda rentan terhadap depresi, kegelisahan, gangguan makan, dan penyalahgunaan obat-obatan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics ini, menunjukkan, hal tersebut dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama.

Selain cenderung mengalami masalah psikologis, peneliti menemukan fakta anak perempuan yang memulai menstruasi pada usia lebih muda, cenderung melakukan perilaku antisosial seperti melanggar aturan dan kenakalan.

Sementara itu, penelitian ini juga mengungkap,  beberapa wanita memulai menstruasi mereka sejak usia delapan tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ditambah lagi, periset menemukan perilaku ini memburuk seiring bertambahnya usia.

Hasil riset ini juga diperoleh dari analisis data penelitian longitudinal nasional terhadap Kesehatan Remaja, yang berisi informasi tentang 7.800 wanita.

Wanita dalam riset ini juga diberi pertanyaan mengenai usia mereka saat mengalami menstruasi pertama.

Selain itu, periset juga meneliti kesehatan psikologis mereka kemudian diteliti selama 14 tahun antara 1994-2008.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.