Makanan Penting untuk Kesehatan "Miss V", Salmon hingga Alpukat - Kompas.com

Makanan Penting untuk Kesehatan "Miss V", Salmon hingga Alpukat

Kompas.com - 14/03/2018, 12:00 WIB
/IlustrasiShutterstock /Ilustrasi

KOMPAS.com - Apa yang kita makan akan berguna bagi tubuh kita, dari ujung rambut ke ujung kaki. Tak terkecuali bagian kewanitaan. Dikutip dari Reader's Digest, berikut 9 makanan yang bisa menunjang kesehatan vagina:

1. Kimchi
Bagi penikmat masakan Korea pasti tidak asing dengan jenis makanan ini, Kimchi. Sayuran fermentasi yang dipenuhi bakteri baik.

Mengkonsumsi makanan sejenis ini, bersama dengan acar, asinan dan miso, bisa membantu menjaga kesehatan populasi flora usus dalam tubuh, termasuk area kewanitaan. Ini dikatakan oleh Ginekolog di Raby Institute for Integrative Medicine, Northwestern, Chicago, Katherine Thurer, MD.

2. Salmon
Lemak ikan mengandung asam omega 3 yang kaya. Pemilik The Wellnes Philosophy di Indianapolis, Staci Small, RD mengatakan bahwa asam lemak ditemukan pada membran di setiap sel di tubuh kita.

"Asam lemak terbukti menjaga vagina tetap kering pada wanita yang telah menopause," kata dia.

Konsumsi lah lemak ikan seperti salmon, kira-kira dua kali seminggu atau bisa mencari omega 3 dari sumber lainnya atau dari suplemen.

3. Yoghurt
Thurer menjelaskan, dengan kandungan kaya probiotik, yoghurt bisa membantu meningkatkan populasi mikroba baik di usus dan vagina. Tapi, pilih lah yoghurt tanpa rasa karena gula akan membantu menyuburkan bakteri buruk dan akan memengaruhi keseimbangan tubuh. Jika ingin yoghurt dengan rasa, tambahkan lah buah segar sesuai selera.

4. Alpukat
Lemak tak jenuh yang sehat seperti yang terkandung dalam alpukat, kacang dan minyak zaitun memiliki peran besar terhadap hormon seks. Jika hormon tersebut tidak seimbang (misalnya jika estrogennya terlalu rendah), kamu mungkin merasa vagina lebih kering dari biasanya, yang akan membuat aktivitas seks menjadi kurang nyaman. Alpukat bisa menjadi pilihan yang baik. Tidak perlu khawatir dengan diet yang sedang dilakukan.

IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi

5. Stroberi
Stroberi ternyata memiliki kandungan vitamin C yang lebih tinggi ketimbang jeruk. Small mengatakan seringkali perempuan tidak mengkonsumsi vitamin C yang cukup. Padahal, vitamin C dibutuhkan untuk kelenjar adrenal, yang memproduksi hormon seks dan kortisol (hormon stres).

Vitamin C memainkan peran penting dalam sintesis kolagen, yang penting untuk elastisitas otot dan jaringan. Tentu saja ini dibutuhkan untuk seluruh tubuh, termasuk vagina.

6. Telur
Satu butir telur mengandung vitamin D yang cukup tinggi. Kekurangan vitamin D akan membuat seseorang lebih berisiko terkena infeksi vagina yang disebut bacterial vaginosis (BV), karena vitamin D berperan penting dalam sistem imun di area vagina.

Pada penelitian di 2015, ditemukan bahwa konsumsi suplemen vitamin D untuk 15 minggu bisa membantu mengatasi BV. Para peneliti juga menemukab bahwa suplemen vitamin D juga bisa meminimalisasi infeksi pada orang-orang yang sudah kekurangan vitamin D.

Namun, untuk mengkonsumsi suplemen vitamin D lebih baik kita berkonsultasi lagi dengan dokter. Akan lebih baik jika kita mengkonsumsi makanan yang kaya akan vitamin D.

7. Kale
Coba lah memasak dan mengkonsumsi sayuran kale atau sayuran berdaun hijau lainnya. Kale kaya akan kalsium dan magnesium.

"Dua jenis mineral ini dibutuhkan untuk pembentukan otot dan fungsi, termasuk di vagina. Namun, banyak perempuan tak mengkonsumsinya secara cukup," kata Small.

Sumber lain yang juga kaya kalsium, misalnya susu. Sedangkan sumber lain yang kaya magnesium seperti kacang-kacanga .

8. Air mineral
Ganti, atau minimal kurangi kebiasaan minum soda diet atau jus dalam kemasan, coba lah menggantinya dengan air putih, karena kandungan gulanya yang tinggi.

"Pemanis buatan bisa mengganggu gut flora," kata Thurer. Saat flora usus tidak sehat, maka  vagina juga akan berada dalam kondisi yang tidak sehat.


9. Biji-bijian utuh
Biji-bijian utuh seperti gandum, barley, dan lainnya kaya akan prebiotik. Small menjelaskan, makanan yang kaya akan serat tersebut akan menyubutkan bakteri baik di tubuh kita.
Bersama biji-bijian utuh, kita bisa mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran.

Komentar
Close Ads X