Calon Ayah, Sering-Seringlah Ajak Bayi Bicara sejak Dalam Kandungan - Kompas.com

Calon Ayah, Sering-Seringlah Ajak Bayi Bicara sejak Dalam Kandungan

Kompas.com - 20/04/2018, 12:12 WIB
Ilustrasi.Thinkstock Ilustrasi.

KOMPAS.com - Bayi sudah bisa mendengar dan membedakan semua suara yang ada di sekitarnya sejak masih dalam kandungan.

Tahukah kamu bahwa suara-suara tersebut dapat memengaruhi proses tumbuh kembang janin sampai ketika ia sudah lahir nanti?

Itu sebabnya kita perlu rajin-rajin mengajak bayi bicara sepanjang masa kehamilan. Tidak cuma ibu, ayah pun juga penting untuk terus berkomunikasi dengan calon anaknya.

Menurut University of Maryland Medical Center, bayi sudah dapat mendengar suara dari lingkungan luar sejak usia kehamilan 19 sampai 21 minggu.

Namun, beberapa bayi baru akan bisa menanggapi suara yang ia dengar pada awal minggu ke-24, sementara yang lainnya mulai di antara usia 26-30 minggu.

Sebuah penelitian yang menarik tentang bayi prematur menunjukkan bahwa mereka lebih fokus terhadap suara bernada rendah yang dimiliki oleh ayah daripada suara bernada tinggi khas suara ibu.

Selama ini, peran ayah sedikit lebih dinomorduakan dalam memastikan kesehatan janin. Padahal, para ahli kesehatan dari seluruh dunia menekankan pentingnya bagi para calon ayah agar terus proaktif untuk ikut menjaga tumbuh kembang bayi selama dalam kandungan. Ini bukannya tanpa alasan.

Baca juga : Pentingnya Kedekatan Emosional Ayah dan Anak Perempuannya

Semakin banyak penelitian yang membuktikan bahwa peran ayah mengajak bicara bayi ternyata memiliki pengaruh yang jauh lebih besar untuk perkembangan calon buah hatinya.

Mungkin pertama kali akan terasa seperti sedang ngobrol sendiri, tetapi berbicara dengan calon bayi saat mereka masih di dalam kandungan membantu kalian berdua membangun ikatan yang langgeng.

Studi menunjukkan bahwa suara calon ayah yang ia dengar akan terasa menenangkan, baik semenjak masih dalam rahim dan ketika akhirnya bisa bertemu mereka sebagai bayi yang baru lahir.

Terlebih lagi, sering-sering mengajak bayi bicara membantu ia belajar. Percakapan yang kita lakukan dengan bayi di trimester ketiga berguna sebagai fondasi kuat bagi perkembangan sosial dan emosional mereka, serta kemampuan bahasa dan ingatan mereka. Dengan kata lain, suara kita sudah membentuk pemahaman mereka tentang dunia.

Apa yang bisa ayah katakan pada bayinya?

Ayah bisa mengajak calon bayinya berbicara tentang hari-hari yang ia lalui, apa yang sedang ia kerjakan, bagaimana bertemu dengan si ibu, atau sesederhana memberi tahu si kecil tentang hobinya.

Meskipun bayi belum benar-benar mengerti apa yang kita bicarakan, tapi ini bisa membantu mereka merasa lebih dekat dengan suara ayahnya.

Dan meskipun bayi belum mengerti apa yang dikatakan, sangat bagus untuk mengetahui bahwa pada trimester ketiga, setidaknya, mereka mendengarkan dan sudah mengenal sedikit tentang keluarga mereka.

Baca juga : Ini yang Dialami Pria Setelah Menjadi Ayah

Kita juga bisa memperdengarkan musik atau membacakan cerita untuknya. Ya! Tidak tidak pernah terlalu dini untuk mulai membiasakan anak untuk suka membaca atau memengaruhi selera musiknya.

Pada kenyataannya, semakin cepat kita memandu mereka ke hal-hal yang baik, semakin baik informasi tersebut menempel di otak mereka sampai tua nanti.

Dilansir dari Livestrong, National Association for Music Education menyarankan para calon orangtua untuk memilih dan menyetel musik yang tepat.

Sebab, jenis musik yang kita pilih nantinya akan membentuk kemampuan penguasaan bahasa setelah si kecil dilahirkan nanti. Selain itu, hal ini juga dapat meningkatkan keterampilan motorik halus dan kasar bayi di masa perkembangannya.

Karena itu, ajaklah calon bayi berkomunikasi sesering mungkin. Tanpa kita sadari, si kecil akan memberikan respon tertentu terhadap suara yang diberikan, baik dengan pergerakan kecil, tendangan halus, dan sebagainya.

Semakin sering ayah mengajak bayi bicara, bayi akan lebih mudah mengenali suara bapaknya saat ia lahir, lho!

Baca juga : 3 Pekerjaan yang Harus Dilakukan Ayah di Rumah

Setelah si kecil lahir, kebiasaan berkomunikasi ini perlu terus dilanjutkan. Ini dapat membuatnya merasa lebih diperhatikan sehingga perkembangan motoriknya pun bisa lebih cepat.

Oleh karena itu, yuk, ajak si kecil berbicara dan selalu berikan jaminan bahwa kita akan selalu menjaganya di mana pun ia berada.


Sumber

Terkini Lainnya


Close Ads X