Tinggal di Lingkungan Buruk Jadi Penyebab Stres Anak - Kompas.com

Tinggal di Lingkungan Buruk Jadi Penyebab Stres Anak

Kompas.com - 16/05/2018, 09:00 WIB
IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi

KOMPAS.com - Anak-anak juga rentan stres. Masalah-masalah kecil dapat membuatnya tertekan dan bisa mengganggu konsentrasinya. Oleh karena itu, orangtua perlu memberi perhatian ekstra akan kesehatan mental mereka.

Ada banyak cara untuk menekan tingkat stres anak, salah satunya adalah tinggal di lingkungan yang baik. Demikian menurut studi terbaru yang dimuat dalam the journal Psychosomatic Medicine.

Lingkungan yang baik ini meliputi tempat tinggal dengan akses ruang hijau seperti taman, udara bersih, dan bahan makanan yang berkualitas.

Dalam penelitian terhadap 113 anak dari keluarga berpenghasilan rendah yang tinggal di lingkungan buruk menunjukan tingkat kortisol rata-rata - penanda biologis dari respon stres tubuh - mencapai 75 persen.

Namun, ketika periset meneliti 32 anak yang berasal dari keluarga berpenghasilan rendah dan tinggal di lingkungan lebih baik, hormon kortisol turun hingga 45 persen.

Baca juga: Stres Tinggi, Orang Indonesia Butuh Rumah yang Sejuk

Menurut Danielle Roubinov, peneliti, temuan ini menunjukan lingkungan tempat anak tumbuh adalah salah satu faktor yang memiliki efek perlindungan terhadap kesehatan mereka.

"Kortisol adalah ukuran dorongan stres biologis, dan peningkatan kadarnya pada anak-anak berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental," tambahnya.

Kadar kortisol yang tinggi berhubungan dengan beberapa penurunan fungsi kesehatan. Misalnya, peningkatan gula darah dan tekanan darah, nyeri punggung, penipisan tulang, obesitas, insomnia, kecemasan serta kelelahan.

 


Komentar
Close Ads X